
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAPAN – Fenomena El Nino yang menyebabkan musim kering berkepanjangan, tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, namun juga turut memengaruhi ketersediaan dan harga komoditas pangan di tingkat nasional, termasuk di Balikpapan.
hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar, yang juga mengatakan bahwa transisi musim pancaroba ini memengaruhi kelancaran logistik, khususnya distribusi bahan pangan pokok.
Menurutnya, dampak tersebut muncul setelah mengamati harga beras, cabai, dan minyak goreng yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan di pasar.
“Rata-rata kenaikannya memang terasa. Tugas pemerintah adalah mengendalikan harga, menjamin kelancaran distribusi, dan memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).
Untuk itu, Dinas Perdagangan aktif berkomunikasi dengan para distributor, sebagai langkah untuk memperkuat pasokan dari daerah-daerah penghasil agar barang-barang kebutuhan pokok bisa masuk ke Balikpapan dalam jumlah yang cukup memadai.
“Yang paling penting adalah ketersediaan pangan di Balikpapan tetap melimpah,” tegas Haemusri.
Selain menjaga pasokan, pemerintah juga melakukan pengawasan harga agar kenaikan tidak terlalu menekan daya beli masyarakat. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah menyelenggarakan pasar murah. Haemusri menyebut bahwa pasar murah sempat dilaksanakan di BSCC DOME beberapa waktu lalu dengan melibatkan 26 kios yang dikelola distributor pangan setempat.
Ia pun mengimbau kepada seluruh warga Balikpapan, untuk datang dan manfaatkan kesempatan saat pasar murah dilaksanakan.
“Kami harapkan masyarakat berbondong-bondong datang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Di pasar murah, potongan harganya cukup besar, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000,” katanya.
Sebagai contoh, beras premium yang di pasar murah dibanderol Rp77.000, sementara di pasar reguler bisa mencapai Rp85.000–Rp90.000. Selisih harga yang signifikan ini diharapkan membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan harga pangan akibat musim kemarau.
Dengan kombinasi pengawasan harga, penguatan distribusi, dan penyelenggaraan pasar murah, pemerintah kota berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Balikpapan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)