
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Sampah yang selama ini dipandang sebagai barang sisa justru menjadi pintu masuk bagi Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat Kalimantan.
Melalui Konsolidasi Wilayah Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) 2026 yang digelar di Balikpapan, Pegadaian mempertemukan pengelola bank sampah, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat rantai nilai bank sampah sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi sirkular yang mandiri.
Konsolidasi ini merupakan bagian dari program unggulan Pegadaian, Memilah Sampah Menjadi Emas, yang menyandingkan kepedulian lingkungan dengan edukasi keuangan. Nilai ekonomi dari sampah yang dipilah diarahkan untuk membangun kebiasaan menabung emas, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada kebersihan lingkungan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
Deputy Operasional PT Pegadaian (Persero) Kanwil IV Balikpapan, Doni Saputra, menyebut konsolidasi tahun ini sebagai wadah memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kapasitas pengelola bank sampah binaan agar lebih profesional, inovatif, dan mandiri.
”Bank sampah memiliki peran penting dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Melalui konsolidasi ini, kami ingin memperkuat tata kelola bank sampah, mendorong inovasi dalam pengelolaan, serta memperluas partisipasi masyarakat agar kegiatan memilah sampah dapat menjadi kebiasaan yang memberikan manfaat nyata,” ungkap Doni, dalam siaran pers, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, penguatan kapasitas pengelola perlu dibarengi dengan edukasi keuangan. Nilai ekonomi dari sampah diharapkan bisa dimanfaatkan secara produktif, salah satunya lewat Tabungan Emas Pegadaian yang memungkinkan masyarakat berinvestasi secara bertahap sesuai kemampuan.
Senada dengan itu, Regional CEO PT Pegadaian (Persero) Kalimantan, Rinaldi Lubis, menegaskan penguatan ekosistem bank sampah adalah bagian dari komitmen Pegadaian menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
”Melalui program Memilah Sampah Menjadi Emas, kami ingin mendorong masyarakat untuk melihat sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi.
Kami percaya, ketika kepedulian terhadap lingkungan dipadukan dengan literasi keuangan, akan tercipta peluang bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih baik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Rinaldi.
Rinaldi menambahkan, sinergi antara Pegadaian, pemerintah daerah, pengelola bank sampah, dan masyarakat menjadi kunci membangun ekonomi sirkular yang mandiri. Kolaborasi berkelanjutan diharapkan membuat bank sampah tumbuh menjadi ekosistem pemberdayaan yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan sekaligus.
Konsolidasi Wilayah FORSEPSI 2026 bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, penguatan sinergi melalui kolaborasi lintas sektor antara Pegadaian, pengelola bank sampah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kedua, peningkatan kapasitas dan inovasi agar tata kelola operasional bank sampah lebih profesional, modern, dan memberi nilai tambah bagi anggota. Ketiga, akselerasi edukasi keuangan melalui pengenalan Tabungan Emas Pegadaian sebagai pilihan membangun kebiasaan investasi dan merencanakan masa depan finansial.
Kegiatan ini dihadiri Deputy Operasional PT Pegadaian (Persero) Kanwil IV Balikpapan, Doni Saputra; Sekretaris Pusat FORSEPSI, Apriliawati; Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Provinsi, Andi Sitti Asti; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Drs. Sudirman Djayaleksana, M.M.; Kepala Bidang Penaatan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Siti Patimah, S.T., M.Ec.Dev.; Ketua Pokja 4 PKK Kota Balikpapan, Jamli; Kepala Departemen Bisnis Support Kanwil IV Balikpapan, Azwar Chandra Winata; serta seluruh pengelola bank sampah binaan Pegadaian Kanwil IV Balikpapan.
Pegadaian Kanwil IV Balikpapan juga menyampaikan apresiasi kepada para pengelola bank sampah yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menggerakkan budaya memilah sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan. Dedikasi mereka dinilai penting dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih terorganisasi dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Bagi Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan titik tolak untuk memastikan ekosistem bank sampah di Kalimantan tumbuh semakin solid dan berkelanjutan.
Dengan tata kelola yang semakin rapi, kapasitas pengelola yang terus terasah, serta literasi keuangan yang merata, program Memilah Sampah Menjadi Emas diharapkan tidak berhenti pada ajakan menjaga lingkungan, tetapi benar-benar menjadi jalan bagi masyarakat untuk meraih manfaat ekonomi yang nyata dan berjangka panjang. (*/)