IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pegadaian kembali memperoleh sertifikasi ISO 22301:2019 untuk Sistem Manajemen Keberlangsungan Usaha (Business Continuity Management System/BCMS) dari British Standards Institution (BSI). Pencapaian ini menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun sistem operasional yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai kondisi kritis.

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero), Dwi Hadi Atmaka, menjelaskan, Sertifikasi ISO 22301:2019 Business Continuity Management System (BCMS) dilakukan secara rutin dan berkelanjutan di Pegadaian.

“Sertifikasi ini merupakan bentuk pengakuan dari lembaga independen berstandar internasional sekaligus wujud nyata komitmen Pegadaian untuk membangun sistem operasional yang tangguh dan andal serta mampu menghadapi situasi paling kritis sekalipun. Melalui penerapan BCMS ini, Pegadaian memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan gadai dengan cepat dan aman,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/9/2026).

Sejak berdiri pada 1901, Pegadaian terus mendampingi masyarakat Indonesia melewati berbagai dinamika. Perusahaan juga terus bertransformasi, termasuk melalui layanan bullion terbesar di Indonesia yang berperan memperkuat ekosistem emas nasional.

Dwi menambahkan, Saat krisis, pandemi atau kondisi luar biasa lainnya, Pegadaian tetap setia melayani masyarakat melalui layanan gadai.

“Kami juga memastikan aset yang dititipkan masyarakat tetap aman dan terjaga dengan baik,” tambahnya.

ISO 22301:2019 merupakan standar internasional yang membantu organisasi mempersiapkan diri, merespons, dan pulih dari berbagai gangguan operasional. Penerapan standar ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan layanan, memitigasi risiko, serta memastikan operasional dapat segera dipulihkan ketika terjadi gangguan.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menekankan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keberlangsungan Usaha mendorong kesiapan seluruh insan Pegadaian menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu pelayanan.

“Diraihnya kembali sertifikasi ISO 22301:2019 menjadi bukti bahwa keberlangsungan usaha dan ketangguhan operasional merupakan komitmen yang terus kami jaga. Di tingkat wilayah, kami memastikan kesiapan sumber daya manusia, proses bisnis, infrastruktur, serta koordinasi antarunit agar layanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan secara optimal dalam berbagai kondisi,” terang Rinaldi.

Menurutnya, BCMS tidak sekadar pemenuhan standar, melainkan telah menjadi bagian dari budaya kerja yang menumbuhkan kesadaran risiko dan kesiapsiagaan.

“Bagi kami, ketangguhan bukan hanya tentang bagaimana menghadapi gangguan, tetapi juga bagaimana memastikan pelayanan tetap hadir, aset dan kepercayaan nasabah tetap terjaga, serta proses bisnis dapat segera pulih. Hal ini sejalan dengan komitmen Pegadaian untuk Selalu Hadir, Melayani Sepenuh Hati,” tuturnya.

Rinaldi menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi motivasi bagi jajaran Kanwil IV Balikpapan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat kolaborasi, dan melakukan perbaikan berkelanjutan agar layanan Pegadaian tetap andal bagi masyarakat di wilayah Kalimantan.

Bagi Pegadaian, ketangguhan dan keberlangsungan bisnis menjadi fondasi untuk terus tumbuh, beradaptasi, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan landasan tersebut, perusahaan berkomitmen menghadirkan layanan yang relevan dan terpercaya, baik untuk kebutuhan hari ini maupun masa depan. (*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *