IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Maraknya pengemis, anak jalanan, serta manusia gerobak di berbagai titik ramai di kota Balikpapan, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memperketat pengawasan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di sepanjang bulan suci Ramadan tahun ini.

Kepala Bidang Penegakan Satpol PP Balikpapan, Yosep Gunawan, menyatakan bahwa petugas kini lebih sering melakukan patroli dan pemantauan langsung di lapangan untuk menjaga ketertiban umum. Penertiban dilakukan hampir setiap hari, khususnya di lokasi-lokasi yang sering didatangi para pengemis.

“PMKS seperti anak jalanan dan manusia gerobak memang menjadi salah satu fokus penertiban kami. Hampir setiap hari petugas melakukan monitoring di berbagai titik kota,” kata Yosep dalam sebuah wawancara, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, petugas tidak hanya mengawasi, tetapi juga langsung bertindak jika menemukan pelanggaran. Proses biasanya dimulai dengan teguran, kemudian pendataan dan pemeriksaan identitas.

Dalam sejumlah kasus, gerobak milik pelaku diamankan sementara sebagai upaya penertiban.

“Jika kami menemukan manusia gerobak beroperasi di jalan, biasanya kami beri teguran terlebih dahulu. Mereka juga kami panggil untuk dimintai keterangan, dan gerobaknya bisa kami amankan sementara,” terangnya.

Yosep menambahkan bahwa peningkatan jumlah pengemis dan manusia gerobak selama Ramadan bukan fenomena baru. Setiap tahun, jumlah mereka biasanya bertambah karena ada yang memanfaatkan suasana bulan puasa untuk mendapatkan simpati dari masyarakat.

“Selama Ramadan memang lebih sering kami temukan. Hampir setiap hari ada saja yang terjaring dalam kegiatan patroli,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis di pinggir jalan. Kebiasaan itu dinilai justru mendorong semakin banyak orang beraktivitas meminta-minta.

“Dalam aturan ketertiban umum sebenarnya tidak diperbolehkan memberi santunan di jalan. Jika ingin bersedekah, sebaiknya disalurkan melalui lembaga resmi atau langsung kepada pihak yang benar-benar membutuhkan,” imbuhnya.

Dari hasil pendataan di lapangan, Satpol PP menemukan bahwa tidak sedikit pengemis yang berasal dari luar Balikpapan. Identitas yang diperiksa menunjukkan banyak yang memiliki KTP dari daerah lain.

Yosep mengaitkan hal ini dengan posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga banyak pendatang datang mencari penghasilan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran kelurahan dan RT/RW dalam mendata warga pendatang, terutama yang memiliki KTP luar daerah.

“Peran lurah dan RT sangat penting untuk melakukan pendataan, terutama bagi warga yang memiliki KTP luar daerah, sehingga keberadaannya dapat terpantau,” katanya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Satpol PP berharap dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga selama Ramadan maupun di hari-hari biasa. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)

By TJakra