(foto:IST)

IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Rencana pembangunan sirkuit balap di kawasan Lamaru, Balikpapan Timur, mulai memasuki tahap perencanaan teknis. Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) tengah menginisiasi penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dokumen teknis yang akan menjadi panduan proyek.

Proses penyusunan DED ini diharapkan bisa terakomodasi dalam perubahan APBD tahun 2026. Dengan rampungnya dokumen tersebut, pembangunan fisik sirkuit diharapkan bisa segera direalisasikan pada periode berikutnya.

Kepala Disparpora Balikpapan, CI Ratih Kusuma, menyatakan bahwa dirinya telah memberikan arahan kepada jajaran untuk menjadikan penyusunan DED sebagai prioritas utama sepanjang tahun ini. Menurutnya, tanpa perencanaan teknis yang matang, alokasi anggaran untuk pembangunan fisik tidak dapat dilakukan.

“Untuk DED, semoga bisa. Tadi saya juga sudah menyampaikan kepada tim agar tahun ini fokus menyusun DED terlebih dahulu,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Ratih menambahkan, hingga saat ini nilai anggaran yang dibutuhkan untuk penyusunan DED masih dalam tahap penghitungan oleh bidang teknis. Pihaknya terus berupaya agar usulan anggaran tersebut dapat diterima dan dimasukkan dalam agenda perubahan APBD 2026.

“Untuk anggarannya belum ada. Saat ini kami masih memperjuangkan terlebih dahulu. Nanti saya akan berkoordinasi lagi dengan bidang terkait,” katanya.

Disinggung soal lokasi, Ratih mengungkapkan bahwa lahan yang digunakan masih sama seperti rencana awal, yakni di wilayah Balikpapan Timur. Saat ini fokus utama pemerintah adalah menyelesaikan DED, sementara pembangunan fisik baru akan dilaksanakan setelah tersedia anggaran yang memadai.

“Untuk sementara masih menggunakan lokasi yang sama. Sekarang kami menyusun DED dulu. Selanjutnya akan menyesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia,” jelas Ratih.

Dia pun menerangkan bahwa tim teknis Disparpora sudah melakukan peninjauan lapangan sebagai langkah awal. Meski begitu, ia belum bisa memastikan secara pasti total luas lahan yang akan dipakai karena masih menunggu laporan final dari petugas survei.

“Lokasinya memang di Balikpapan Timur dan sudah disurvei. Untuk luas lahannya saya masih harus berkomunikasi dengan tim yang melakukan survei,” imbuhnya. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)