IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Kamis (2/4/2026) di Auditorium Balai Kota Balikpapan.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kaltim H. Abdulloh yang mewakili Ketua DPRD Provinsi, perwakilan Pangdam VI Mulawarman, perwakilan Polda Kaltim, Wakil Wali Kota H. Bagus Susetyo, Ketua DPRD Kota Balikpapan H. Alwi Al Qadri beserta jajaran, serta seluruh unsur Forkopimda dan pejabat Pemkot Balikpapan.

Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud yang turut hadir, menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan ini. Ia menekankan bahwa Musrenbang merupakan wujud nyata semangat kolaborasi, partisipasi, dan transparansi dalam membangun Balikpapan sebagai kota global dalam bingkai Madinatul Iman.

Rahmad pun menegaskan bahwa tahun 2027 memiliki posisi sangat strategis karena merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kota Balikpapan periode 2025–2029.

“Jika pada tahun 2026 kita fokus memperkuat fondasi, maka tahun 2027 adalah momentum emas kita untuk melakukan akselerasi pembangunan,” ujarnya.

Wali Kota juga menyampaikan tema pembangunan tahun 2027 yang akan menjadi acuan utama RKPD, yakni “Peningkatan Kota Nyaman untuk Semua Berbasis SDM Berkarakter, Ekonomi Bernilai Tambah, Infrastruktur Tangguh, dan Tata Kelola Inovatif”.

Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus memperkuat posisi Balikpapan sebagai mitra utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Karenanya, Rahmad meminta seluruh peserta Musrenbang untuk berani melakukan penajaman program.

“Fokus kita bukan lagi pada kuantitas kegiatan, melainkan pada kualitas dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rahmad memaparkan sembilan program prioritas pembangunan Kota Balikpapan tahun 2027, diantaranya:

  1. Transformasi birokrasi untuk pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan bersih melalui digitalisasi.
  2. Peningkatan layanan dasar kesehatan dan pendidikan berkualitas.
  3. Penanggulangan stunting.
  4. Pengendalian banjir secara komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
  5. Kedaulatan air bersih, termasuk revitalisasi pipa PDAM yang sudah tua.
  6. Peningkatan kualitas lingkungan dan sosial.
  7. Pengembangan destinasi MICE dan pariwisata.
  8. Ekonomi kreatif dan inovasi.
  9. Kota Ramah Anak yang menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Rahmad menyatakan bahwa kesembilan program ini harus menjadi jawaban konkret terhadap berbagai tantangan yang dihadapi kota, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Musrenbang ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen RKPD 2027 yang aspiratif, realistis, dan berdampak nyata bagi masyarakat Balikpapan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)