
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan berhasil memulangkan lima pekerja asal kota Malang yang mengalami penipuan tiket kapal laut.
Diketahui, kelima pekerja tersebut sebelumnya bekerja di sebuah proyek perumahan di wilayah Bengalon selama sekitar dua bulan. Namun, nasib mereka berubah drastis ketika upah kerja mereka dibawa kabur oleh mandor proyek.
Kepala Dinsos Kota Balikpapan, Edy Gunawan, menjelaskan bahwa setelah kejadian itu, mereka memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Mereka kemudian membeli tiket kapal laut secara daring untuk keberangkatan pada 14 Maret 2026.
“Saat tiba di Balikpapan dan hendak melakukan proses check-in, kelima pekerja tersebut justru mendapati bahwa tiket yang mereka beli tidak valid atau bodong,” ujar Edy baru-baru ini.
Kebingungan dan tidak memiliki tempat tujuan, mereka akhirnya melapor ke Polsek Kawasan Pelabuhan (KP3). Petugas kepolisian kemudian mengarahkan mereka ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang selanjutnya mengantar kelima pekerja tersebut ke tempat penampungan milik Dinas Sosial Kota Balikpapan.
Di tempat penampungan, Dinsos memberikan bantuan berupa tempat tinggal sementara dan kebutuhan dasar. Namun, karena keterbatasan anggaran, Dinsos tidak dapat menanggung seluruh biaya pemulangan mereka.
“Untuk itu, kami menyarankan agar mereka menghubungi pihak keluarga guna membantu pembelian tiket pulang,” jelasnya.
Upaya itu membuahkan hasil. Keluarga masing-masing pekerja bersedia membantu biaya perjalanan, sehingga pada 17 Maret 2026, kelima pekerja tersebut akhirnya diberangkatkan menuju Surabaya menggunakan kapal laut.
Dinas Sosial Kota Balikpapan mengimbau kepada masyarakat, terutama para pekerja migran, agar lebih berhati-hati ketika membeli tiket perjalanan secara online. Mereka diminta memastikan keabsahan agen atau platform yang digunakan agar tidak menjadi korban penipuan serupa di kemudian hari. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)