IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pembangunan terminal atau depo angkutan barang di Kilometer 13 menjadi salah satu solusi jangka panjang yang digarap Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi parkir liar kendaraan besar di wilayah utara sekaligus menekan kemacetan yang sering terjadi akibat aktivitas kendaraan logistik.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman mengungkapkan bahwa pekerjaan fisik depo tersebut sudah mencapai 100 persen sesuai anggaran yang dialokasikan.

Meskipun pekerjaan fisik telah selesai sesuai pagu anggaran tersebut, untuk menjadikan depo sepenuhnya fungsional masih diperlukan dukungan anggaran tambahan.

Fadli menyebutkan apabila depo sudah beroperasi secara penuh, fasilitas ini diperkirakan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Apabila kondisi depo itu sudah fungsional, maka dia akan beroperasi dan bisa berkontribusi setidaknya 100 miliar setiap tahunnya,” jelasnya, Jumat (14/8/2026).

Depo yang direncanakan akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti area untuk peti kemas, tempat pelangsiran atau bongkar muat dari kendaraan besar ke kendaraan yang lebih kecil, serta penginapan bagi sopir dan kendaraan. Salah satu fasilitas yang dinilai penting adalah SPBU khusus untuk kendaraan berat. Keberadaan SPBU ini diharapkan turut mengurangi gangguan di SPBU umum akibat antrean kendaraan besar.

Selama ini, lanjut Fadli, banyak kendaraan besar yang parkir liar di wilayah utara kota sambil menunggu antrean pengisian BBM bersubsidi. Aktivitas tersebut tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga berpotensi merusak kondisi jalan.

Dinas Perhubungan pun telah menyampaikan surat kepada instansi terkait agar pengisian BBM dapat diatur waktunya, misalnya hanya pada hari Sabtu dan Minggu atau pada malam hari di luar jam sibuk. Pengaturan tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean yang tidak terkendali.

Keberadaan terminal angkutan barang di Kilometer 13 juga sejalan dengan arahan Wali Kota Balikpapan. Selain mengurangi parkir liar dan kemacetan, depo ini diharapkan menjadi pusat logistik yang lebih tertib.

Dengan adanya tempat pelangsiran, kendaraan besar tidak perlu masuk jauh ke dalam kota. Hanya kendaraan yang lebih kecil yang akan melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir di wilayah perkotaan.

Pemerintah kota berharap dukungan dari tingkat provinsi maupun pusat dapat membantu menyelesaikan pembangunan depo hingga tahap operasional penuh. Jika berhasil, fasilitas ini tidak hanya menyelesaikan masalah lalu lintas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi Kota Balikpapan melalui penerimaan PAD yang berkelanjutan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)