(iknbisnis.com/IST)

IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Rencana pembangunan SMP Negeri 29 di wilayah Grand City, Balikpapan, segera memasuki tahap konstruksi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan mengonfirmasi bahwa proses pengadaan kini telah memasuki babak akhir lelang.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, mengungkapkan bahwa secara umum progres fisik program pembangunan pendidikan di tahun ini telah mencapai sekitar 16 persen.

“Kami sudah sampaikan, saat ini progres fisik kami sudah di angka kurang lebih 16 koma sekian persen. Salah satu kegiatan besar yang sudah berjalan adalah pembangunan SMP di Grand City yang saat ini sudah masuk proses lelang,” ungkap Irfan, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, maka pengerjaan fisik akan dimulai pada 20 Mei 2026.

“Kalau sesuai jadwal itu mulai sekitar 20 Mei, dan target kami Desember sudah selesai,” katanya.

Pembangunan SMP Negeri 29 ini menelan anggaran sebesar Rp23 miliar. Anggaran tersebut tidak hanya difokuskan untuk pembangunan SMP, tetapi juga mencakup pembangunan TK Pembina 2 yang berada di lokasi yang sama.

“23 miliar itu termasuk pembangunan TK Pembina 2, jadi ada dua sekolah dalam satu kawasan, SMP dan TK,” jelasnya.

Keberadaan dua jenjang pendidikan dalam satu lokasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat di kawasan Grand City dan sekitarnya.

SMPN 29 Balikpapan nantinya akan memiliki kapasitas 12 rombongan belajar (rombel). Sekolah ini ditargetkan mulai beroperasi dan menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2027.

Dengan pembangunan ini, pemerintah kota berupaya menjawab kebutuhan ruang kelas baru yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk di Balikpapan, khususnya di wilayah pengembangan baru.

Irfan menambahkan, pihaknya optimis proyek ini dapat berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

“Semoga semua tahapan berjalan lancar, sehingga pembangunan bisa selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)