IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Meskipun terjadi pemotongan anggaran hampir Rp440 miliar akibat kebijakan efisiensi, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan tetap memprioritaskan upaya pengendalian banjir.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala DPU Kota Balikpapan, Rita, saat diwawancari media. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal. Dijelaskannya bahwa panjang aliran dari hulu ke hilir DAS Ampal mencapai sekitar 4 kilometer. Karena itu, proses penanganannya membutuhkan waktu dan dilakukan secara bertahap.

“Yang harus dipahami adalah antara hulu dan hilirnya kurang lebih 4 km, jadi butuh waktu, bertahap-tahap,” ujar Rita, Jumat (8/5/2026).

Salah satu langkah yang akan segera dimulai adalah persiapan pengadaan tanah untuk segmen 4 di bagian hulu, tepatnya di belakang pompa, di kawasan Mufakat. Rita menegaskan bahwa pihaknya akan memulai lagi proses pengadaan tanah tersebut.

Sementara itu, lanjut dia, di Bendali Ampal Hulu yang berada di belakang Pasar Segar, saat ini sudah ada pengerjaan dari Balai Sungai, yaitu Balai Kalimantan 4. Rita menyebut bahwa balai tersebut juga terkena dampak pemotongan efisiensi anggaran, dengan nilai potongan mencapai sekitar Rp40-an miliar. Meski demikian, pengerjaan tetap berjalan meskipun masih bertahap.

Ia juga menambahkan bahwa pengerjaan yang dilakukan oleh balai tersebut saat baru mencapai tahap pertama. Secara keseluruhan, nilai proyek dari balai itu mencapai lebih dari ratusan miliar rupiah dan terdiri dari beberapa tahap. Pemotongan anggaran menjadi alasan utama mengapa pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sekaligus.

Rita menekankan bahwa meskipun anggaran mengalami efisiensi besar, pengendalian banjir tidak boleh berhenti. Pihaknya terus berupaya memanfaatkan sumber daya yang ada agar masyarakat Balikpapan khususnya di wilayah rawan banjir bisa mendapatkan perlindungan maksimal.

Dengan pendekatan bertahap dan koordinasi bersama Balai Sungai, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis masalah banjir di DAS Ampal dapat dikendalikan secara perlahan namun pasti. Untuk itu, masyarakat diharapkan bersabar dan mendukung proses yang sedang dipersiapkan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)