IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Sebanyak 360 jemaah haji asal Kota Balikpapan resmi berangkat menuju Tanah Suci dalam sebuah acara pelepasan yang berlangsung khidmat di Balikpapan Islamic Center, Senin (27/4/2026). Pelepasan diwarnai suasana haru sekaligus penuh doa dari keluarga dan masyarakat yang hadir.

Asisten II Sekretariat Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, mengaku turut berbahagia atas keberangkatan para jemaah calon haji tersebut.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan menyeluruh.

“Saya ikut berbahagia bersama bapak dan ibu calon jemaah haji Kota Balikpapan. Kami semua mendoakan agar selalu diberikan kesehatan, baik secara fisik maupun mental, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah,” tuturnya.

Yusri juga mengingatkan agar para jemaah menjaga perilaku dan komunikasi selama di Tanah Suci. Menurutnya, kebersamaan dalam rombongan menjadi kunci utama kelancaran ibadah.

“Jaga perilaku, komunikasi, saling membantu antarjemaah, dan patuhi arahan petugas pendamping haji. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk fokus beribadah,” pesannya.

Tak lupa, ia menitipkan harapan agar para jemaah turut mendoakan kebaikan bagi daerah dan bangsa. “Kami berharap bapak dan ibu juga mendoakan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Indonesia agar selalu dalam perlindungan Allah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur, Mohlis, melaporkan bahwa jemaah Balikpapan tergabung dalam kloter kedua embarkasi Balikpapan.

“Kloter dua Balikpapan berjumlah 360 orang termasuk petugas. Usia tertua 88 tahun dan termuda 19 tahun. Insya Allah diberangkatkan Selasa besok,” paparnya.

Mohlis menyoroti sejumlah catatan penting berdasarkan pengalaman kloter sebelumnya. Ia meminta agar jemaah benar-benar menjaga kondisi kesehatan sebelum masuk embarkasi.

“Tolong jaga kesehatan. Saat di embarkasi akan dilakukan pemeriksaan ulang, jadi diharapkan jemaah datang lebih awal agar bisa beristirahat dan tidak kelelahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar disiplin dalam manajemen waktu. Selain itu, larangan membawa barang-barang tertentu yang bisa memperlambat proses pemeriksaan turut menjadi perhatian.

“Kalau sudah ada kesepakatan dalam rombongan, harus ditaati. Jangan sampai keterlambatan satu orang mengganggu seluruh jemaah.

Jangan coba-coba membawa barang yang dilarang. Itu bisa memperlambat proses dan merugikan jemaah sendiri,” imbaunya.

Di akhir arahannya, Mohlis menyampaikan tiga kunci utama meraih haji mabrur, yaitu menghindari perbuatan sia-sia, menjauhi maksiat, dan tidak berbantah-bantahan.

“Jaga perilaku, kendalikan diri, dan hormati sesama. Di sana kita adalah tamu Allah, maka ikuti aturan-Nya,” tutupnya.

Ratusan jemaah itu kini telah melangkah untuk menunaikan panggilan Allah. Doa bersama pun terus mengalir, agar perjalanan ini menjadi pengalaman spiritual yang sempurna dan melahirkan pribadi yang lebih baik usai kembali ke tanah air. (*)