IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memastikan bahwa sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2026 masih akan menerapkan empat jalur yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Keputusan ini diambil tanpa adanya perubahan kebijakan signifikan.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa keempat jalur tersebut adalah jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. “Tidak ada perubahan di tahun 2026. Masih ada jalur domisili, jalur afirmasi, jalur prestasi, kemudian jalur mutasi,” ujar Irfan, Selasa, (12/6/2026).

Menurutnya, tantangan terbesar tetap terjadi pada transisi siswa dari SD ke SMP karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Sementara itu, untuk jenjang SD, kapasitas yang ada dinilai masih cukup memadai.

“Kalau masuk SD insyaallah semua bisa di-cover. Yang agak sulit ini memang dari SD ke SMP,” kata dia.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah kota kembali memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta. Pada tahun 2026, jumlah SMP swasta yang bermitra dengan pemerintah bertambah menjadi 15 sekolah.

“Tahun ini insyaallah ada 15 sekolah swasta yang bekerja sama di jenjang SMP,” tambah Irfan.

Siswa yang diterima di sekolah swasta mitra pemerintah akan mendapatkan bantuan biaya penuh, meliputi uang pangkal, seragam sekolah, dan subsidi SPP bulanan.

“Dapat seragam, dapat bantuan SPP secara penuh, kemudian bantuan uang masuknya juga secara penuh,” imbuhnya.

Bantuan uang pangkal diberikan sebesar Rp1,5 juta per anak, ditambah subsidi SPP Rp150 ribu per bulan.

Disdikbud Balikpapan berkomitmen untuk terus mengevaluasi pelaksanaan PPDB agar prosesnya berjalan transparan, adil, dan dapat menjangkau seluruh masyarakat Kota Balikpapan.

Program kerja sama dengan sekolah swasta ini diharapkan mampu mendorong pemerataan akses pendidikan sekaligus meringankan beban biaya sekolah bagi orang tua. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)