
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar audiensi dan dialog bersama 31 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bergerak.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Balai Kota, Kamis (18/6/2026) itu, dipimpin langsung oleh Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, dan turut dihadiri Ketua DPRD Kota Balikpapan, H. Alwi Al Qadri, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. Jerrold H.Y. Kumontoy, perwakilan Pertamina Balikpapan, serta sejumlah kepala dinas terkait seperti DLH, Dishub, Disdikbud dan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan beberapa poin utama yang menjadi catatan kritis mereka terhadap berbagai persoalan perkotaan. Secara garis besar, tuntutan tersebut mencakup: (1) distribusi pertanian di Balikpapan yang dinilai belum optimal, (2) krisis tenaga pendidik atau guru, (3) minimnya penerangan jalan umum di ruas Kilometer 8 hingga Kilometer 28, (4) pelanggaran jam operasional kendaraan berat, (5) meningkatnya aksi berat di kawasan Kilometer 8 ke atas, (6) parkir kendaraan besar di bahu jalan sekitar Kilometer 15, (7) kondisi pembangunan RSUD Sayang Ibu yang terhenti, (8) pelanggaran Amdal proyek properti PT Mitra Gemilang, serta (9) evaluasi sistem pengelolaan gratis pol.
Menanggapi deretan aspirasi itu, Wali Kota Rahmad Mas’ud memberikan respons secara terbuka dan rinci, terutama terhadap isu RSUD Sayang Ibu yang menjadi perhatian publik. Ia menjelaskan bahwa proyek rumah sakit tersebut sempat mengalami kendala kontrak dengan pihak pelaksana.
Hingga saat ini, progres pembangunan baru mencapai 20 persen dari tahap awal. Setelah kontrak diakhiri karena wanprestasi, Pemkot memutuskan untuk tidak melanjutkan pembangunan di tahun 2026 mengingat keterbatasan anggaran dan proses hukum yang masih berjalan.
“Kita stop dulu, dan insyaallah tahun 2027 akan kita lanjutkan lagi. Jangan sampai ada proyek mangkrak di zaman saya, itu tanggung jawab moral. Apalagi lokasinya di Balikpapan Barat, tempat saya lahir. Saya tidak mau malu sama warga di sana,” tegas Rahmad.
Terkait dampak pembangunan terhadap warga sekitar, seperti getaran dari pemancangan tiang yang mempengaruhi bangunan warga, Wali Kota mengakui hal itu terjadi. Namun, ia menyebut bahwa beberapa bangunan di lokasi tersebut tidak memiliki izin resmi.
Meski demikian, pemerintah tetap berupaya memperbaiki jembatan dan infrastruktur yang terdampak, dengan catatan perbaikan baru akan dilakukan setelah seluruh proses pemancangan selesai agar tidak terjadi kerusakan berulang.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan anggaran untuk kelanjutan proyek di 2027, sementara tahun 2026 difokuskan pada penyelesaian administrasi dan proses lelang ulang.
“Kami tidak mau terburu-buru, karena menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat banyak. Tapi saya pastikan, rumah sakit itu tetap akan dibangun,” tambahnya.
Sementara itu, untuk poin-poin lain seperti distribusi pertanian, krisis guru, dan masalah penerangan jalan, Wali Kota meminta jajarannya untuk menindaklanjuti secara teknis dan melibatkan dinas terkait. Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan cara yang terukur dan konstruktif.
“Kami terbuka dengan kritik selama disampaikan dengan data dan solusi. Ini bagian dari demokrasi dan pengawasan publik yang sehat,” tutup Rahmad.
Audiensi berlangsung dalam suasana kondusif, dengan sejumlah mahasiswa juga diberi kesempatan untuk menyampaikan tanggapan balik atas penjelasan yang diberikan. Pemerintah kota berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh catatan yang masuk dan melaporkan perkembangannya secara berkala. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)