
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menggelar Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di BSCC Dome, Balikpapan, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan akses perizinan, sertifikasi, dan pembiayaan bagi para pelaku usaha mikro di tanah air.
Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Menteri UMKM beserta jajaran yang telah memilih Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan, sebagai tuan rumah pelaksanaan festival. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.
“Para pelaku UMKM telah membuktikan bahwa usaha kecil mampu bertahan dan tumbuh di tengah badai ekonomi. Ketika pengusaha besar banyak yang kolaps, UMKM justru menjadi penopang perekonomian nasional,” ujar Rudy.
Gubernur memaparkan bahwa hingga 31 Desember 2025, tercatat sebanyak 293.525 unit UMKM beroperasi di Provinsi Kalimantan Timur. Rinciannya terdiri dari 291.947 unit usaha mikro dengan omzet hingga Rp2 miliar per tahun, 1.293 unit usaha kecil, dan 280 unit usaha menengah.
Ia menekankan pentingnya mendorong seluruh UMKM di Kaltim untuk “naik kelas”, dari usaha tanpa legalitas menjadi usaha yang tertib administrasi, dari usaha tradisional menjadi usaha berbasis digital, serta dari usaha yang sekadar bertahan menjadi usaha yang berkembang dan membuka peluang baru.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menetapkan sejumlah program prioritas UMKM tahun 2026.
“Program tersebut mencakup pemberdayaan dan perlindungan usaha, pendampingan koperasi modern, Bimbingan Teknis (Bimtek) ekspor bagi 100 UMKM, fasilitasi sertifikasi kemitraan, serta literasi digital,” paparnya.
Selain itu, pemerintah provinsi juga menargetkan pemberdayaan 1.050 UMKM pada periode 2025-2026 melalui pelatihan terpadu di bidang kuliner, barista, digital printing, dan menjahit.
Dalam jangka panjang, Pemprov Kaltim tengah membangun fondasi melalui proyek strategis seperti Rumah Produksi Bersama (RPB) di Kabupaten Kutai Kartanegara, pengembangan kawasan industri, serta Pusat Distribusi Provinsi yang direncanakan rampung pada 2026. Pengembangan kewirausahaan terpadu juga akan dilaksanakan di 10 kabupaten/kota, dimulai dari Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.
Gubernur juga mengajak seluruh kepala daerah di Kaltim untuk terus berpihak kepada UMKM, serta meminta Bank Kaltimtara dan lembaga keuangan lainnya untuk memaksimalkan akses modal bagi pelaku usaha di 10 kabupaten/kota.
“Kami hadir dalam satu barisan untuk memberikan kemudahan, perlindungan, akses permodalan, dan membuka pasar seluas-luasnya bagi UMKM Kalimantan Timur,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, turut mengapresiasi langkah pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai telah ramah terhadap UMKM. Ia mengaku kaget sekaligus gembira karena laporan dari lapangan menunjukkan proses perizinan dan sertifikasi bagi pelaku usaha di Kaltim berjalan sangat cepat dan mudah.
“Ini adalah angin segar. Ketika UMKM diberikan akses pelayanan perizinan dan pembiayaan yang maksimal, maka perekonomian di Kalimantan Timur akan bergerak,” ujar Maman Abdurrahman.
Ia juga menyoroti kondisi ekonomi nasional yang mulai membaik, dengan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan tren positif dalam lima hari terakhir. Menurutnya, fundamental ekonomi yang stabil akan semakin mendukung pertumbuhan UMKM.
Menteri berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dapat terus dijaga dan ditingkatkan.
“Kolaborasi adalah kunci. Semoga upaya kita bersama untuk mendorong dan memberdayakan UMKM di Kalimantan Timur dapat benar-benar terwujud,” pungkasnya.
Festival ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia, sejalan dengan visi besar untuk menciptakan usaha mikro yang tangguh, berdaya saing, dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)