IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Upaya pencegahan stunting di Kelurahan Kariangau ternyata menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Lurah Kariangau, Singgih Aji Wibowo, mengungkapkan bahwa tingginya mobilitas warga pendatang menjadi salah satu faktor yang cukup mempengaruhi data dan penanganan kasus di lapangan.

Menurut Singgih, sebagian warga pendatang yang menetap sementara di Kariangau datang dengan kondisi kesehatan yang sebenarnya sudah terbentuk sejak di daerah asal. Hal ini membuat angka stunting di kelurahan terlihat meningkat, padahal pemicunya bukan sepenuhnya berasal dari lingkungan setempat.

“Banyak pendatang yang tidak tinggal lama. Kontribusinya terhadap data stunting kadang tidak jelas, karena kemungkinan kondisi itu sudah mereka bawa dari daerah asal,” tutur Singgih, Senin (8/12/2025)

Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat edukasi kepada orang tua, ibu hamil, dan keluarga yang memiliki balita. Kolaborasi dengan puskesmas, posyandu, dan para kader kesehatan juga menjadi kunci dalam memastikan setiap kasus bisa ditangani secepat mungkin.

“Yang penting adalah memastikan mereka mendapatkan pendampingan dan informasi yang benar, apa pun latar belakangnya,” ujarnya.

Sementara itu, untuk penanganan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Singgih mengakui belum ada program khusus yang digelar secara besar-besaran di tingkat kelurahan. Namun, upaya pencegahan tetap berjalan melalui kegiatan rutin pemberantasan sarang nyamuk, gerakan 3M, serta pemantauan jentik yang melibatkan kader posyandu dan warga.

“DBD ini memang butuh kesadaran bersama. Walaupun belum ada program khusus, langkah pencegahan dasar tetap kami lakukan. Kami ingin lingkungan tetap bersih dan aman,” tambahnya.

Dengan mobilitas penduduk yang terus bergerak, Singgih berharap masyarakat, baik warga tetap maupun pendatang dapat semakin sadar akan pentingnya kesehatan keluarga.

Dia menegaskan bahwa pencegahan stunting dan DBD bukan sekadar tugas pemerintah, tetapi juga wujud kepedulian bersama terhadap masa depan anak-anak dan kualitas hidup warga Kariangau. (*)