
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) mengakhiri tahun 2025 dengan capaian arus petikemas yang stabil, mencerminkan konsistensi operasional di tengah dinamika industri logistik.
Sepanjang tahun lalu, terminal tersebut melayani arus petikemas sekitar 200.418 TEUs. Angka ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kelancaran layanan meski menghadapi berbagai perubahan pangsa pasar.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan pada 2025 terlihat lebih moderat. Pada 2024, arus petikemas tumbuh sekitar 20 persen, sementara pada 2025 justru mengalami penurunan sekitar 5 persen dari target RKAP. Perbedaan ini mencerminkan fase penyesuaian pasar logistik regional, sekaligus menggambarkan kondisi ekonomi dan distribusi barang sepanjang tahun berjalan.
Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Enriany Muis, menjelaskan bahwa capaian 2025 tidak hanya dilihat dari angka pertumbuhan, tetapi dari aspek keberlanjutan operasional dan efisiensi proses.
“Perusahaan secara konsisten menjaga pelayanan agar tetap andal dan tepat waktu, meskipun menghadapi tekanan eksternal yang mempengaruhi volume bongkar muat,” ujar Enriany Muis dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/1/2026).
Sejalan dengan upaya tersebut, KKT juga telah menjalankan program transformasi operasional dari pola konvensional ke sistem digital Vehicle Mounted Terminal (VMT). Sistem berupa komputer terminal yang terpasang pada alat bongkar muat seperti reach stacker, RTG, dan head truck ini membawa perubahan signifikan. Proses pencatatan menjadi lebih akurat, data bergerak secara real-time, dan koordinasi antarpetugas di lapangan berjalan lebih cepat.
Di sisi lain, capaian arus petikemas 2025 juga dipengaruhi faktor eksternal. Sekitar 10 persen muatan seperti besi tua dan barang pindahan beralih dari petikemas ke nonpetikemas. Selain itu, menurunnya intensitas proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara turut memengaruhi volume distribusi material yang sebelumnya banyak menggunakan jalur petikemas. Kondisi ini menjadi bagian dari dinamika pasar yang harus dihadapi secara adaptif.
Menyambut tahun 2026, PT Kaltim Kariangau Terminal telah menyiapkan langkah strategis untuk penguatan kinerja. Perusahaan berkomitmen terus bersinergi dengan para stakeholder dan mitra strategis.
Salah satu upaya yang sedang dijajaki adalah pengembangan pasar komoditas Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah sebagai potensi muatan baru. Langkah ini diharapkan dapat memperluas basis layanan dan mendorong pertumbuhan arus barang ke depannya.
Enriany Muis menegaskan bahwa capaian 2025 menjadi dasar penting dalam merancang strategi berikutnya.
“Perusahaan akan terus beradaptasi dengan menjaga kepercayaan pengguna jasa, perubahan pasar, dan memperkuat sistem operasional.
Dengan peran pelabuhan sebagai simpul logistik, PT Kaltim Kariangau Terminal berupaya memastikan setiap proses berjalan efisien dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuhnya. (*)