
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan pastikan kondisi keuangan daerah tetap sehat sepanjang Tahun Anggaran 2025. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo.
Ia menyebut laporan keuangan menunjukkan tidak ada defisit, bahkan tercatat surplus anggaran.
Wakil Wali Kota pun menerangkan bahwa Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sekitar Rp400 miliar merupakan hal yang wajar dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, sebagian besar Silpa berasal dari selisih harga hasil lelang yang lebih rendah dibandingkan pagu anggaran, terutama pada proyek-proyek fisik yang dikelola berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
“Silpa itu hal yang wajar. Sebagian besar berasal dari selisih hasil tender, terutama pada kegiatan fisik di berbagai OPD, selain itu kondisi ini justru mencerminkan efisiensi dalam penggunaan anggaran” paparnya, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, beberapa kegiatan sengaja tidak dilanjutkan menjelang akhir tahun untuk menghindari pelaksanaan yang terburu-buru dan berisiko menurunkan kualitas pekerjaan.
“Lebih baik ditunda daripada dipaksakan di akhir tahun dan berpotensi bermasalah,” ujar Bagus.
Bagus menegaskan bahwa keberadaan Silpa tidak memengaruhi dana transfer dari pemerintah pusat. Justru, kondisi ini menandakan pengelolaan keuangan daerah yang stabil dan terkendali.
Ke depan, Pemkot Balikpapan akan berupaya menekan besaran Silpa dengan mempercepat proses pengadaan barang dan jasa. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong pelaksanaan lelang sejak akhir tahun sebelumnya, asalkan dokumen perencanaan dari masing-masing OPD sudah siap sejak November.
“Dengan begitu, awal tahun lelang bisa langsung berjalan, sehingga kegiatan pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat,” jelasnya.
Target yang dicanangkan adalah menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam waktu 8 hingga 10 bulan. Hal ini diharapkan dapat membuat pembangunan lebih efektif dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)