IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan untuk masa bakti 2026-2031, resmi dikukuhkan. Sebanyak 87 orang, pelantikan ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (8/6/2026) malam.

Ketua Kadin Kalimantan Timur, Putri Amanda Nurramadhani, memimpin langsung pelantikan terhadap Ketua Kadin Balikpapan yang baru, Noval Asfihani, beserta seluruh jajaran pengurus lainnya.

Dalam kegiatan, turut hadir Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, Ketua HIPMI Balikpapan, Adam Dustin Bhakti, unsur Forkopimda, sejumlah tokoh masyarakat, serta para pelaku usaha di kota Beriman.

Dalam sambutannya usai pelantikan, Noval Asfihani mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan berbagai pihak. Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menunjukkan sinyal positif bagi Kadin dalam menjalankan perannya.

“Kehadiran para dewan pertimbangan, dewan penasihat, tokoh masyarakat, hingga Wali Kota Balikpapan menunjukkan dukungan yang sangat baik kepada Kadin.

Kami berharap ke depan Kadin dapat semakin bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan perekonomian Kota Balikpapan,” kata Noval.

Ia juga mengakui bahwa kondisi ekonomi global yang belum stabil menjadi tantangan serius bagi dunia usaha. Perlambatan ekonomi dunia, lanjut Noval, berdampak pada menurunnya minat investasi yang pada akhirnya mempengaruhi penciptaan lapangan kerja.

Munculnya isu efisiensi di berbagai sektor, seperti perhotelan dan transportasi, dianggapnya menjadi sinyal bahwa pelaku usaha harus lebih adaptif menghadapi situasi saat ini.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita memitigasi dampak kondisi global tersebut. Pengusaha harus melakukan efisiensi, memanfaatkan teknologi digital, dan memperkuat kolaborasi agar dapat bertahan dalam situasi yang penuh ketidakpastian,” imbuhnya.

Mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), Noval menilai langkah tersebut sejatinya merupakan pilihan terakhir yang diambil perusahaan ketika kondisi keuangan sudah tidak memungkinkan. Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk memperkuat semangat gotong royong dan saling mendukung dalam menjaga keberlangsungan usaha.

Sementara itu, Ketua Kadin Kalimantan Timur, Putri Amanda Nurramadhani, menegaskan bahwa kepengurusan baru Kadin Balikpapan akan menghadapi tantangan sekaligus peluang besar seiring dengan perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menilai Balikpapan kini tidak lagi sekadar kota penyangga, melainkan telah menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Indonesia.

Dalam sambutannya, Putri menyampaikan tiga pesan utama kepada para pengurus yang baru dilantik. Pertama, melanjutkan capaian positif kepengurusan sebelumnya. Kedua, memperkuat soliditas organisasi di tengah persaingan usaha yang semakin terbuka. Ketiga, mendorong pertumbuhan bersama agar semakin banyak pengusaha lokal yang mampu naik kelas dan berdaya saing.

“Kita ingin melihat lebih banyak pengusaha lokal berkembang, lebih banyak anak muda berani membangun usahanya sendiri, dan lebih banyak perempuan mengambil peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Putri pun mengajak seluruh anggota Kadin untuk memperkuat kolaborasi dan menjaga kekompakan agar mampu memanfaatkan peluang investasi yang terus berdatangan ke Kalimantan Timur.

“Jika pengalaman para senior bertemu dengan keberanian generasi muda, serta kekuatan dunia usaha berpadu dengan kreativitas perempuan-perempuan hebat, saya yakin Kadin Balikpapan akan menjadi organisasi yang semakin berpengaruh dan mampu melahirkan banyak pengusaha sukses,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap pengembangan dunia usaha, peningkatan daya saing UMKM, serta penciptaan lapangan kerja.

Rahmad menegaskan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan sangat membutuhkan dukungan dunia usaha dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan ekonomi.

Sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, menurut Wali Kota, menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap positif dan berkelanjutan.

“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus diperkuat agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Balikpapan dapat berjalan lebih baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Rahmad. (*)