
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi di wilayah Kalimantan. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya aktivitas gempa di sejumlah daerah di pulau tersebut.
Menurut Usman, getaran gempa sudah mulai terasa di beberapa wilayah seperti Berau dan Kutai Timur. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa Kalimantan, yang selama ini dikenal relatif aman dari bencana gempa, kini perlu mulai mempersiapkan diri.
“Kita tidak bisa lagi menganggap gempa tidak akan terjadi di sini. Pola bumi sudah mulai berubah. Yang dulu puluhan bahkan ratusan tahun tidak pernah merasakan gempa, sekarang sudah mulai ada,” ujarnya, Kamis (18/6/2025).
Usman menjelaskan bahwa potensi gempa di Balikpapan sendiri tidak bisa diabaikan. Berdasarkan laporan yang diterima, skala guncangan yang pernah tercatat berkisar antara 2 hingga 3 magnitudo. Namun, ia tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat gempa berkekuatan dahsyat bisa terjadi.
Selain itu, BPBD Balikpapan juga mengantisipasi dampak dari jalur patahan di wilayah lain, seperti di Sulawesi. Ia menyebut bahwa jika terjadi gempa besar di daerah Palu, maka gelombang tsunami berpotensi menjalar dan mempengaruhi kawasan pesisir Kalimantan, termasuk Balikpapan. Kondisi ini dinilai cukup krusial mengingat banyak warga yang tinggal di pesisir.
Untuk itu, pihaknya mendorong masyarakat agar mulai mempelajari langkah-langkah mitigasi bencana. Salah satunya adalah mengenali tanda-tanda alam seperti air laut yang surut secara tiba-tiba, yang bisa menjadi indikasi akan datangnya tsunami.
“Kami juga mengimbau agar masyarakat mulai memperhatikan konstruksi bangunan. Bangunlah rumah atau gedung yang lebih kokoh agar mampu menahan guncangan,” tambahnya.
Saat ini, BPBD Balikpapan secara bertahap mulai memberikan edukasi kepada publik mengenai tata cara penyelamatan diri saat gempa terjadi. Namun, Usman mengaku pihaknya harus menyampaikan informasi ini dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kepanikan.
“Kami tidak ingin terkesan menakut-nakuti. Tapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa ancaman ini nyata. Yang kami lakukan adalah bagian dari upaya kesiapsiagaan, bukan membuat masyarakat ketakutan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengetahuan tentang jalur evakuasi dan tempat aman untuk berlindung, baik bagi diri sendiri maupun anggota keluarga.
Melalui langkah-langkah preventif ini, BPBD berharap masyarakat Balikpapan dapat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana di masa depan. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)