IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, kepala puskesmas, kepala sekolah, serta pejabat fungsional tertentu di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Kota Balikpapan ini juga dirangkai dengan pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru, serta penyerahan SK purna tugas, tali asih, korps pegawai republik indonesia (Korpri), dan tabungan hari tua bagi PNS yang memasuki masa pensiun per 1 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud menyampaikan sejumlah pesan kepada para pejabat yang baru dilantik agar tidak menyia-nyiakan amanah yang telah dipercayakan kepada mereka.

“Dari ratusan juta penduduk Indonesia, Bapak dan Ibu semua yang hadir di sinilah yang memiliki kesempatan menerima amanah ini. Manfaatkanlah sebaik-baiknya, bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk warga Kota Balikpapan,” ujar Rahmad Mas’ud.

Wali Kota juga menyoroti kondisi global yang tengah tidak stabil, termasuk konflik bersenjata yang menurutnya berpotensi berdampak pada perekonomian Indonesia. Ia meminta seluruh jajarannya untuk tidak kendur semangat dan tetap aktif turun ke masyarakat guna memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Salah satu poin yang ditekankan Rahmad Mas’ud adalah soal makna pelayanan publik. Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara sekadar menjadi “pelayan” dan benar-benar “melayani”.

ASN, katanya, bukan sekadar menjalankan fungsi rutinitas, melainkan mengemban tanggung jawab moral kepada masyarakat yang sejatinya adalah pemberi mandat.

Rahmad Mas’ud juga mendorong seluruh ASN untuk berani mengambil risiko dalam bekerja, selama sesuai dengan regulasi dan perencanaan yang ada. Menurutnya, sikap “bermain aman” dengan menghindari penganggaran program justru merugikan pelayanan publik secara keseluruhan.

Di bagian akhir sambutannya, Wali Kota mengingatkan para pejabat baru agar tidak menjadikan jabatan sebagai sarana memperkaya diri. Ia menyarankan agar ASN cukup bersyukur dengan penghasilan yang sudah ditetapkan, dan bila ingin lebih, jalur wirausaha adalah pilihan yang lebih tepat.

“Tulus dan ikhlas dalam melayani. Berbuat baik pun belum tentu semua orang puas. Apalagi kalau kita tidak berbuat sama sekali,” pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)