
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pendidikan, akan segera membuka penerimaan sebanyak 100 posisi guru dengan status Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk menutupi kekosongan tenaga pendidik yang masih terjadi di berbagai sekolah.
Adapun, proses penerimaan tenaga pendidik ini direncanakan berlangsung pada periode April hingga Mei 2026. Langkah ini diprioritaskan bagi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang paling merasakan dampak kekurangan guru, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa terus berjalan lancar.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyebut kebijakan ini sebagai solusi praktis dalam menghadapi kondisi yang ada. Ia memastikan proses pembukaan formasi tengah dipersiapkan agar bisa segera direalisasikan, Kamis (16/4/2026).
“Sekitar 100 formasi guru PJLP akan kami siapkan untuk memenuhi kebutuhan di sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kekosongan tenaga pendidik tidak terjadi begitu saja. Sejumlah faktor menjadi penyebab, mulai dari terbatasnya penerimaan ASN, hingga adanya guru yang pensiun atau berpindah tugas. Kondisi ini membuat distribusi guru belum merata, bahkan di beberapa sekolah masih kekurangan tenaga pengajar untuk mata pelajaran utama.
“Beberapa sekolah masih kekurangan guru, khususnya untuk mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Ini menjadi perhatian kami karena berdampak langsung pada proses pembelajaran,” jelas Irfan.
Dalam situasi tersebut, skema PJLP dinilai menjadi pilihan paling efektif. Dengan mekanisme ini, pemerintah daerah dapat bergerak lebih cepat tanpa harus menunggu proses panjang dari pemerintah pusat terkait pengangkatan ASN.
“Melalui PJLP, kami bisa segera menempatkan tenaga pengajar di sekolah yang membutuhkan, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu,” tambahnya.
Di sisi lain, Disdikbud juga terus melakukan evaluasi dan pemetaan kebutuhan tenaga pengajar di setiap sekolah. Upaya ini dilakukan agar distribusi guru tidak menumpuk di satu lokasi, melainkan merata sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
“Kami ingin penempatan guru benar-benar berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, bukan menumpuk di satu sekolah saja,” tegasnya.
Menurut Irfan, guru tetap menjadi komponen paling vital dalam dunia pendidikan. Fasilitas secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa didukung jumlah pengajar yang memadai.
“Fasilitas boleh lengkap, teknologi bisa maju, tetapi tanpa guru yang cukup, proses pembelajaran tidak akan optimal,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Balikpapan tetap akan mengusulkan penambahan formasi ASN. Namun, untuk menjawab kebutuhan yang mendesak saat ini, rekrutmen guru dengan skema PJLP dinilai sebagai langkah paling realistis agar proses belajar mengajar tidak terganggu dan mutu pendidikan di kota ini tetap terjaga. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)