IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Di tengah upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Kelurahan Kariangau menaruh perhatian besar pada keberadaan posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar. Sepanjang 2025, tujuh posyandu di wilayah ini direhabilitasi untuk memastikan fasilitas yang ada benar-benar layak dan nyaman digunakan warga, mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia.

Lurah Kariangau, Singgih Aji Wibowo, mengungkapkan bahwa langkah rehabilitasi tersebut bukan sekadar memenuhi target pembangunan, tetapi lebih pada menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang lebih baik. Pendataan yang dilakukan kelurahan menunjukkan ada tujuh posyandu yang kondisinya paling membutuhkan sentuhan perbaikan.

“Posyandu adalah tempat pertama warga datang ketika membutuhkan layanan dasar. Karena itu, kami ingin memastikan fasilitasnya aman, bersih, nyaman, dan benar-benar mendukung aktivitas para kader,” ujar Singgih, Senin (8/12/2025)

Perbaikan ini dilakukan menjelang diterapkannya Posyandu 6 SPM mulai tahun depan, sebuah standar pelayanan minimal yang menuntut kesiapan sarana, tenaga kader, hingga administrasi.

Menurut Singgih, pemenuhan standar tersebut bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi bentuk komitmen untuk menjaga tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga di Kariangau.

Selain memperbaiki fisik bangunan, kelurahan juga melengkapi sejumlah kebutuhan administratif dan legalitas, termasuk hibah sarana yang diperlukan untuk operasional posyandu.

Hal ini dilakukan agar seluruh posyandu dapat menjalankan perannya tanpa hambatan, terutama dalam kegiatan rutin seperti penimbangan balita, pemeriksaan ibu hamil, hingga penyuluhan kesehatan.

Dengan rehabilitasi ini, Singgih berharap masyarakat dapat merasakan perubahan yang nyata. “Kami ingin posyandu bukan sekadar tempat pelayanan, tetapi ruang yang membuat warga merasa diperhatikan. Tempat yang nyaman bagi ibu-ibu untuk datang, berkonsultasi, bahkan saling menguatkan,” tambahnya.

Upaya tersebut menunjukkan bagaimana Kelurahan Kariangau melihat kesehatan masyarakat sebagai investasi jangka panjang, dimulai dari fasilitas kecil di lingkungan, namun berdampak besar bagi masa depan generasi berikutnya. (*)