IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan memastikan pasokan bahan pokok tetap aman selama bulan Ramadan 2026.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disdag Balikpapan, Muhammad Anwar, mengatakan bahwa pemantauan rutin yang dilakukan menunjukkan stok di tingkat distributor masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

Anwar menyatakan bahwa pihaknya secara berkala memeriksa ketersediaan barang di jalur distribusi, khususnya pada level distributor sebagai tolok ukur utama pasokan ke pasar.

“Terkait ketersediaan stok, porsi kami di Dinas Perdagangan adalah menghitung stok yang berada di distribusi atau di distributor. Stok itu insyaallah untuk satu bulan ke depan masih cukup,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Pasokan yang memadai ini, menurutnya berperan besar dalam menjaga stabilitas harga, terutama saat permintaan masyarakat melonjak di bulan puasa.

Perhatian khusus diberikan pada komoditas beras sebagai kebutuhan utama. Berdasarkan informasi dari Perum Bulog, cadangan beras pemerintah di gudang masih cukup untuk jangka waktu lebih panjang.

“Dari data Bulog yang disampaikan kepada kami, stok beras bahkan masih aman hingga tiga bulan ke depan,” papar Anwar.

Data terbaru mencatat stok beras di tingkat distributor sekitar 15.000 ton, sementara cadangan di Bulog mencapai sekitar 9.500 ton. Anwar menekankan peran strategis Bulog sebagai BUMN yang bertugas menjaga stabilitas pangan nasional.

“Bulog ini kan BUMN yang ditugasi terkait masalah pangan. Jadi kita bisa katakan kondisi stok saat ini aman jika melihat rutinitas penyaluran dan pendistribusian barang pokok ke pasar-pasar,” tambah dia.

Ia mengakui adanya peningkatan permintaan selama Ramadan, yang merupakan hal wajar sesuai hukum ekonomi antara demand dan supply.

“Memang ada peningkatan permintaan selama Ramadan. Itu hukum ekonomi, ada demand dan supply. Tugas pemerintah adalah mengendalikan agar kenaikan itu tidak membebani masyarakat,” ujarnya.

Untuk menjaga harga tetap terjangkau, pemerintah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus menyalurkan beras. Anwar menyebut harga beras SPHP di pasar sering kali lebih rendah dari ketentuan.

“Sekarang teman-teman bisa cek di pasar, beras SPHP banyak dijual sekitar Rp60 ribu per kemasan, padahal mereka bisa menjual sampai Rp65 ribu sesuai HET,” katanya.

Disdag Balikpapan mengimbau warga tidak perlu khawatir soal ketersediaan bahan pokok. Pemantauan dan koordinasi dengan distributor serta Bulog akan terus dilakukan agar pasokan tetap stabil sepanjang Ramadan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)

By TJakra