
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Upaya peningkatan layanan kesehatan berbasis keluarga terus diperkuat Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui kolaborasi lintas sektor.
Salah satunya dilakukan oleh Puskesmas Baru Tengah yang menghadirkan Layanan Konseling PUSPAGA Harapan V, bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan dalam penyediaan tenaga psikolog.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen menghadirkan layanan satu pintu yang holistik dan integratif untuk memperkuat ketahanan keluarga serta perlindungan anak. Layanan terbuka gratis bagi semua kalangan tanpa batasan usia.
Bidan Puskesmas Baru Tengah, Marniati, mengatakan bahwa layanan konsultasi psikologis melalui PUSPAGA Harapan V telah banyak dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait persoalan psikologis maupun dinamika keluarga.
“Layanan Puspaga ini terbuka untuk semua usia. Termasuk tumbuh kembang anak kadang-kadang kalau perlu kita konseling. Kalau keluarga KDRT juga bisa, tetapi sifat kasusnya rahasia, hanya psikolog yang tahu,” kata Marniati saat dijumpai, Jumat (28/11/2025).
Sejak Januari hingga November 2025, tercatat 18 kunjungan konseling yang ditangani melalui layanan ini. Rata-rata, Puskesmas Baru Tengah menerima 2 hingga 3 pasien setiap bulan, bahkan pernah mencapai 7 pasien dalam satu bulan.
Kasus yang paling sering ditangani yakni berupa gangguan kecemasan, masalah tumbuh kembang anak, dan persoalan rumah tangga dan trauma.
Kasus yang kemudian dirujuk ke psikiater jika memerlukan tindak lanjut medis. Bidan Marniati menegaskan bahwa seluruh proses layanan dilakukan dengan menjunjung tinggi kerahasiaan klien.
“Kami hanya memfasilitasi orang yang ingin konseling. Kalau perlu tindak lanjut ke psikiatri, akan kita rujuk ke rumah sakit. Kalau perlu konseling lanjutan, dijadwalkan ulang,” ujarnya.
Layanan psikolog dijadwalkan dua kali dalam satu bulan, yaitu setiap Rabu pekan pertama dan Rabu pekan ketiga.
Meski berjalan cukup baik, Marniati mengakui bahwa tantangan utama adalah kesesuaian jadwal antara psikolog dan klien. Namun, pendekatan persuasif menjadi strategi utama untuk mendorong keberanian masyarakat meminta bantuan profesional.
“Upayanya pendekatan dulu ke pasien. Kita dekatin dulu, kita jelasin tidak apa-apa bercerita dengan psikolog,” sebutnya.
Kesadaran masyarakat di wilayah Baru Tengah pun dinilai semakin membaik. Warga kini mulai memahami bahwa konseling bukan hal yang memalukan, melainkan bagian penting dalam menjaga kesehatan mental dan relasi keluarga.
“Rata-rata sih lebih aware ya. Dalam sebulan bisa 2 sampai bahkan pernah sampai 7 pasien,” ungkapnya kepada IKNBISNIS.COM.
Program PUSPAGA Harapan V merupakan bagian dari Layanan Satu Pintu Keluarga Holistik Integratif Berbasis Hak Anak. Dengan tujuan, menyediakan pendampingan profesional bagi keluarga untuk mencegah kekerasan, meningkatkan kualitas pengasuhan, serta memperkuat fungsi keluarga.
Layanan ini menghubungkan masyarakat dengan berbagai unit terkait seperti Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA), UPPA Polres, Puskesmas dan layanan kesehatan, Rumah sakit untuk rujukan psikiatri, hingga Lembaga hukum dan lembaga sosial sesuai kebutuhan kasus.
Dengan sistem kolaboratif tersebut, masyarakat mendapat dukungan berkelanjutan dan berjenjang sesuai kebutuhan penanganan.
Layanan konseling ini diharapkan dapat terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan mental warga Balikpapan, khususnya dalam penguatan ketahanan keluarga dan perlindungan anak.
Marniati berharap masyarakat semakin tidak ragu memanfaatkan layanan profesional yang tersedia.
“Kami siap membantu memfasilitasi agar keluarga yang menghadapi persoalan tidak merasa sendirian dan bisa mendapatkan pendampingan yang tepat,” tutupnya. (*)