
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Menjelang bulan Ramadan dan IdulFitri 1447 H, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan mengambil langkah sigap dengan melakukan koordinasi bersama distributor pangan.
Ya, hal ini guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas pasokan kebutuhan pokok di Kota beriman tetap terkendali.
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, menegaskan bahwa fokus utama Disdag pada 2026 diarahkan pada pengamanan pasokan komoditas pangan serta kelancaran distribusi di seluruh wilayah kota.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci dan Hari Raya.
Menurutnya, koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya distributor pangan, menjadi kunci agar ketersediaan bahan pangan tetap terjaga.
“Fokus Dinas Perdagangan di 2026 adalah bagaimana kami konsentrasi untuk ketersediaan pasokan, khususnya untuk komoditas pangan kita, kemudian kelancaran distribusi. Maka dari itu kami melakukan koordinasi dengan stakeholder, khususnya distributor pangan,” kata Haemusri saat dijumpai usai RDP di Gedung DPRD Balikpapan, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, dengan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar, potensi gejolak harga diharapkan dapat ditekan.
Selain itu, Disdag Balikpapan juga melakukan sinkronisasi program dan kegiatan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Adapun, langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan intervensi pemerintah daerah dapat berjalan efektif menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Sebagai bentuk konkret dukungan kepada masyarakat, Disdag Balikpapan berencana menyelenggarakan pasar murah sebelum Ramadan.
Kegiatan ini ditujukan untuk membantu meringankan beban rumah tangga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan barang pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Pemerintah dalam hal ini dinas perdagangan akan menyelenggarakan pasar murah untuk membantu beban masyarakat, khususnya harga-harga kebutuhan barang pokok di rumah tangga se-balikpapan,” tuturnya.
Rencananya, pasar murah tersebut akan digelar di enam kecamatan se-Kota Balikpapan. Dengan pelaksanaan sebelum Ramadan, pemerintah berharap kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal, sekaligus menjaga daya beli di tengah meningkatnya permintaan bahan pokok. (*)