IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Baru Ilir, Balikpapan Barat terus mempersiapkan kesehatan calon jemaah haji (CJH) melalui rangkaian pemeriksaan kebugaran dan screening penyakit penyerta yang berpotensi menghambat keberangkatan CJH.

Disebutkan bahwa tes kebugaran terbaru dilaksanakan di Islamic Center Balikpapan dan melibatkan jemaah dari berbagai usia.

Perawat Puskesmas Baru Ilir, Ainun, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tahapan penting yang bertujuan memastikan kesiapan fisik jemaah sebelum menjalankan ibadah haji.

“Tes kebugaran dilakukan lari 1,6 kilometer untuk usia 18 sampai 58 tahun. Untuk kategori lansia di atas 60 tahun dilakukan tes jalan 6 menit,” terangnya kepada IKNBISNIS.COM, Sabtu (29/11/2025).

Menurut Ainun, penyakit penyerta yang paling sering ditemukan pada CJH adalah diabetes dan hipertensi.

Kedua penyakit tersebut menjadi penentu kelayakan keberangkatan CJH karena berisiko tinggi saat menjalankan rangkaian ibadah.

“Terkait gula, kalau HbA1c tinggi, itu bisa menghambat keberangkatan. Selain itu hipertensi juga paling banyak ditemukan,” sebut Ainun.

Upaya Puskesmas Baru Ilir dalam menangani CJH berisiko meliputi kontrol kesehatan rutin, screening berulang, serta pemantauan progres kesehatan melalui grup komunikasi yang dibentuk secara khusus.

“Kami lakukan pemantauan lewat grup WhatsApp, dan jemaah disarankan rajin kontrol,” ungkapnya.

Melalui langkah tersebut, diharapkan kondisi kesehatan CJH dapat lebih terpantau, risiko komplikasi dapat ditekan, serta para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan optimal.

Peningkatan jumlah jemaah dengan risiko tinggi diakui menjadi tantangan, terutama dalam memastikan kedisiplinan peserta mengikuti rekomendasi medis. Namun, Ainun menegaskan bahwa fokus puskesmas tetap pada pencegahan dini.

Program pemeriksaan kesehatan haji berfungsi sebagai pelindung jemaah dari risiko komplikasi kesehatan saat proses ibadah, mengingat perjalanan haji membutuhkan kondisi fisik yang kuat dan stabil. (*)

Penulis: Yandri Rinaldi