
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Baru Ilir kembali melaksanakan edukasi kesehatan gigi bagi anak-anak TK dan PAUD melalui kegiatan sikat gigi bersama yang digelar di beberapa sekolah.
Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh drg. Astri, yang menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan mengenalkan teknik sikat gigi yang benar sejak usia dini agar anak terbiasa menjaga kesehatan gigi.
“Kegiatannya sikat gigi bersama anak TK dan PAUD, kita ajari cara gosok gigi yang benar, lalu sikat gigi sama-sama,” katanya saat diwawancara, Jum’at (28/11/2025).
Selain praktik langsung, sesi penyuluhan juga diberikan mengenai makanan yang baik untuk kesehatan gigi serta jenis makanan yang perlu dihindari agar tidak menimbulkan kerusakan.
Jumlah peserta di setiap sekolah bervariasi antara 20 hingga 30 anak.
Menurut drg. Astri, anak-anak menunjukkan antusiasme yang baik selama kegiatan berlangsung. Mereka dinilai lebih memahami cara menyikat gigi yang benar, termasuk takaran pasta gigi yang seharusnya digunakan sesuai usia.
Dalam penyuluhan, tenaga kesehatan juga memberikan penjelasan mengenai faktor penting dalam pemilihan sikat gigi.
Ujung sikat disarankan berukuran kecil agar mudah menjangkau bagian belakang mulut, dengan bulu sikat yang lembut untuk mencegah iritasi gusi.
Di sisi lain, orang tua juga diimbau rutin memperhatikan kondisi sikat gigi anak. Jika bulu sikat sudah melebar atau tidak layak, sikat gigi dapat melukai lidah maupun gusi dan menyebabkan anak enggan menyikat gigi.
Selain teknik menyikat gigi, tim kesehatan menekankan pentingnya menghentikan kebiasaan mengedot pada anak usia TK dan PAUD.
Kebiasaan itu disebut menjadi salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya karies.
“Biasanya kalau anak-anak giginya bolong semua di bagian depan, ada riwayat ngedot sebelumnya,” ucap drg. Astri.
Oleh sebab itu, edukasi mengenai penghentian kebiasaan tersebut diberikan kepada anak dan orang tua.
Pemeriksaan kualitas air minum juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karies.
drg. Astri mengungkapkan, tingkat keasaman air (pH) berpengaruh terhadap risiko karies. Apabila pH air rendah atau cenderung asam, potensi kerusakan gigi meningkat.
Puskesmas pun secara rutin melakukan pengecekan pH air di depo-depo air di wilayah setempat, dan hasilnya menunjukkan nilai pH rata-rata berada di atas angka 6.
Untuk kebutuhan pemeriksaan gigi lain, lanjut drg. Astri, masyarakat dapat mengakses layanan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) di puskesmas, termasuk skrining gigi.
Sebagai tindak lanjut CKG kepada anak-anak di sekolah, mereka dengan gigi berlubang akan dirujuk ke puskesmas untuk dilakukan penambalan dan pencabutan, sedangkan anak-anak tanpa lubang gigi dirujuk ke puskesmas untuk diberikan fluor agar gigi menjadi lebih kuat.
Program tersebut menjadi bagian dari edukasi berkelanjutan yang rutin dilakukan Puskesmas Baru Ilir sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesehatan gigi sejak usia dini. (*)