
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – UPTD Puskesmas Margasari terus memperkuat program pencegahan stunting melalui pendekatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Berbagai upaya dilakukan mulai dari edukasi remaja putri, pemantauan ibu hamil, hingga pendampingan tumbuh kembang balita sebagai upaya menurunkan risiko stunting di wilayah Margasari.
Petugas Promosi Kesehatan sekaligus narasumber stunting Puskesmas Margasari, Syarifah Chairany, SKM, menjelaskan bahwa pencegahan harus dimulai jauh sebelum anak lahir.
Remaja putri menjadi sasaran awal melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin untuk mencegah anemia yang dapat berdampak pada kehamilan di masa depan.
Ia mengatakan bahwa edukasi ini diberikan secara langsung di sekolah serta melalui kegiatan posbindu remaja yang ada di dua RT.
Pada fase kehamilan, Puskesmas Margasari memastikan ibu hamil menjalani pemeriksaan minimal enam kali selama masa kehamilan.
Pemeriksaan pun dilakukan untuk memantau perkembangan janin, mendeteksi risiko dini, serta memastikan ibu mendapatkan pendampingan yang tepat.
“Pemeriksaan kehamilan rutin diperlukan agar kondisi ibu dan janin terpantau dengan baik sejak awal,” ucap Rani sapaan akrabnya, Rabu (19/11/2025).
Ia menyebut, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan anak menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting.
Adapun edukasi mengenai teknik menyusui, penyimpanan ASI, serta manfaat ASI diberikan kepada calon ibu dan ibu menyusui melalui kelas ibu balita dan kegiatan posyandu. Setelah usia enam bulan, edukasi mengenai MPASI bergizi seimbang diberikan untuk memastikan asupan nutrisi terpenuhi.
Puskesmas Margasari juga menekankan pentingnya imunisasi dasar lengkap sebagai salah satu cara melindungi anak dari penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan.
Di sisi lain, pemantauan tumbuh kembang dilakukan secara berkala di posyandu, termasuk penimbangan dan pengukuran tinggi badan.
Apabila ditemukan kelainan atau indikasi gizi kurang, ujar Rani, anak akan mendapatkan pendampingan tambahan.
Selain itu, pemeriksaan sanitasi rumah tangga dan kualitas air tempat balita tinggal turut dilakukan sebagai bagian dari faktor pendukung pencegahan stunting.
Ia mengunkapkan, pemeriksaan itu guna memastikan lingkungan tempat tinggal memenuhi standar kesehatan yang layak bagi tumbuh kembang anak.
Dengan rangkaian program 1000 HPK yang dilakukan terintegrasi, Puskesmas Margasari berharap angka stunting dapat terus menurun dengan dukungan penuh dari keluarga dan masyarakat. (*)
Untuk informasi lebih lanjut terkait kegiatan maupun update Puskesmas Margasari, masyarakat dapat mengunjungi dan mengikuti akun Instagram resmi di @promkes_pkmmargasari