
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Upaya pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan dalam menata arus logistik dan mengatasi persoalan kendaraan berat yang kerap berhenti di sembarang tempat terus menunjukkan perkembangan.
Kini, pembangunan depo kontainer di kawasan Kilometer 13 berlanjut setelah proses pengerjaan lahan yang berjalan cukup signifikan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengungkapkan bahwa area seluas 11,2 hektar yang merupakan aset milik Pemkot tersebut saat ini sedang dalam tahapan pembersihan lahan. Dari pantauan terakhir, progres pekerjaan di lokasi disebut telah mencapai kisaran 70 hingga 80 persen.
“Prosesnya saat ini masih tahap pembersihan lahan dan terus kami lakukan evaluasi. Progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 70 hingga 80 persen,” ujar Fadli, Kamis (25/6/2026).
Pembersihan lahan ini ditargetkan rampung dalam waktu lima hingga enam minggu ke depan, menyesuaikan jadwal.
Setelah tahap awal ini usai, pembangunan fisik akan dilanjutkan secara bertahap dengan memanfaatkan alokasi anggaran dari APBD Kota Balikpapan serta dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Targetnya dalam sekitar lima minggu proses pembersihan lahan selesai. Setelah itu pembangunan berlanjut melalui skema pembiayaan APBD maupun bantuan keuangan dari provinsi,” paparnya.
Pada periode awal operasionalnya nanti, depo kontainer ini dirancang mampu menampung sekitar 23 unit truk kontainer dengan panjang kendaraan mencapai 18 meter. Kapasitas ini dianggap cukup representatif untuk menunjang kelancaran aktivitas distribusi barang di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur tersebut.
Fadli berharap, hadirnya fasilitas penunjang logistik ini dapat menjawab keluhan masyarakat sekaligus menjadi solusi atas kebiasaan sopir truk yang masih memarkirkan kendaraan beratnya di lokasi-lokasi yang tidak diperuntukkan.
“Kami juga merencanakan fasilitas pendukung seperti SPBU di kawasan tersebut, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi penataan kendaraan besar yang selama ini masih parkir di beberapa lokasi,” ucapnya.
Pemkot Balikpapan tidak bergerak sendiri dalam memastikan proyek ini tepat sasaran. Rencananya, akan dilakukan peninjauan lapangan secara kolektif bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta Wali Kota Balikpapan untuk mengevaluasi kesesuaian pengembangan kawasan dengan rencana awal yang telah disusun.
Ke depan, kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat parkir, melainkan juga dirancang menjadi pusat distribusi logistik terpadu. Dukungan fasilitas seperti stasiun pengisian bahan bakar dinilai mampu menambah nilai efisiensi rantai pasok barang di daerah tersebut.
Menurut Fadli, langkah pembangunan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat tata kelola transportasi barang di Balikpapan, yang sekaligus dapat menjadi rujukan bagi pengelolaan logistik serupa di wilayah Kalimantan Timur pada umumnya.
“Harapannya ini menjadi langkah baru dalam penataan sistem logistik, khususnya di Balikpapan dan Kalimantan Timur,” imbuh Fadli. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)