IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Selepas peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Puskesmas Baru Ilir menetapkan arah kerja baru untuk memperkuat pencapaian layanan dasar, terutama Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan program pencegahan penyakit tidak menular (PTM).

Kepala UPTD Puskesmas Baru Ilir, dr. Erika Nina Sembiring, menegaskan bahwa puskesmas siap meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengoptimalkan SDM serta memperluas strategi lapangan.

“Setelah HKN ini, kita akan meningkatkan capaian yang masih kurang. Kita akan pikirkan inovasi apa yang bisa menaikkan target yang rendah tadi, seperti TBC,” ucapnya saat ditemui, Minggu (23/11/2025).

Selama tahun 2024, layanan PTM tetap berjalan dengan baik, dilaksanakan dua kali seminggu di berbagai titik layanan dan fasilitas umum.

Meski cakupan belum mencapai 100 persen dikarenakan sebagian warga bekerja pada saat dilakukan pemeriksaan,tapi pelaksanaan tetap dinilai efektif karena mampu menjangkau sebagian besar masyarakat berisiko.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga menjadi perhatian puskesmas. Keterbatasan SDM yang tidak selalu bisa turun langsung ke lapangan menjadi tantangan tersendiri.

Namun dr. Erika menegaskan bahwa komitmen tim lapangan tidak berkurang dan puskesmas terus mencari strategi agar layanan CKG dapat diperluas.

“Pelaksanaan CKG belum maksimal, tapi itu bukan karena programnya tidak berjalan. Kita hanya perlu memperkuat kemampuan SDM dan strategi kunjungan,” imbuhnya.

Pada sejumlah indikator kesehatan seperti TBC, PTM, dan stunting, Puskesmas Baru Ilir tetap berada pada jalur program yang konsisten.

Di sisi lain, evaluasi terus dilakukan agar capaian yang belum memenuhi standar dapat dikejar melalui inovasi dan intensifikasi kunjungan lapangan.

“HKN ini momentum saja. Sebenarnya pelayanan kita berjalan terus sepanjang tahun,” tegas dr. Erika.

Dalam tiga bulan pasca-HKN, puskesmas akan mulai memperkuat capaian SPM dengan memetakan ulang wilayah prioritas, mengoptimalkan kader kesehatan, dan meningkatkan intensitas penemuan kasus aktif.

Pendekatan jemput bola pun akan diperkuat untuk menjangkau keluarga yang tidak dapat mengakses layanan pada jam kerja.

Puskesmas Baru Ilir juga berkomitmen meningkatkan edukasi masyarakat agar kesadaran terhadap pemeriksaan dini semakin tinggi.

Baginya, pelayanan kesehatan yang kuat memerlukan dukungan aktif masyarakat melalui pemeriksaan rutin dan pemahaman pentingnya pencegahan penyakit.

“Dengan SDM yang ada, kita tetap berusaha maksimal dan akan memperkuat strategi agar capaian bisa naik,” pungkasnya.

Melalui fondasi program yang sudah berjalan baik dan komitmen pelayanan yang kuat, Puskesmas Baru Ilir optimis dapat meningkatkan capaian kesehatan masyarakat di tahun mendatang. (*)

By TJakra