
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Baru Ilir menetapkan tiga parameter utama dalam screening Penyakit Tidak Menular (PTM) yang digelar secara keliling di wilayah kerjanya.
Adapun pemeriksaan dilakukan meliputi kolesterol, tekanan darah, serta kadar gula darah untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan masyarakat sejak dini.
Perawat Puskesmas Baru Ilir, Yohana Yanti, menjelaskan bahwa ketiga parameter tersebut dipilih karena merupakan indikator paling umum dari penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan hiperkolesterolemia.
“Ini pemeriksaan dasar yang bisa menggambarkan kondisi kesehatan seseorang. Dari sini kita bisa melihat apakah ada risiko PTM atau tidak,” ujar Yohana, Kamis (20/11/2025).
Selain tiga parameter tersebut, petugas juga melakukan pengukuran tinggi dan berat badan.
Pemeriksaan ini untuk menentukan apakah warga memiliki risiko obesitas, salah satu faktor yang dapat memicu berbagai penyakit tidak menular.
“Obesitas itu faktor risiko besar. Jadi pengukuran tubuh itu penting sebagai indikator tambahan,” sambungnya.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin karena banyak warga yang tidak menyadari kondisi kesehatannya. Penyakit seperti diabetes dan kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
“Ada yang kami temukan kadar gula darahnya sangat tinggi, sampai 500 mg/dL, padahal dia tidak merasa sakit sama sekali. Karena itu screening sangat diperlukan,” paparnya.
Menurut Yohana, pemeriksaan itu bukan hanya bersifat identifikasi tetapi juga untuk edukasi.
Warga diberi pemahaman mengenai hasil pemeriksaan, risiko yang mungkin terjadi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan jika ditemukan kondisi mengkhawatirkan.
Ia mengungkapkan, mereka yang memiliki hasil di atas batas normal langsung diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di Puskesmas.
Screening ini juga terbuka untuk semua warga usia 15 tahun ke atas dan sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kronis.
“Dengan mengetahui lebih awal, kita bisa mencegah kondisi menjadi lebih parah,” ungkapnya.
Ia berharap, agar masyarakat semakin aktif memeriksakan kesehatannya. Pemeriksaan sederhana ini dianggap mampu memberikan gambaran awal mengenai kondisi tubuh dan mendorong warga untuk lebih peduli pada kebiasaan hidup sehat. (*)