IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – UPTD Puskesmas Margasari terus memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) untuk lansia di enam titik berbeda.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memastikan deteksi dini penyakit tidak menular berjalan merata dan mudah diakses warga, khususnya kelompok lanjut usia.

Petugas pelaksana posbindu, Yeyen Desmana, menjelaskan bahwa enam posbindu lansia tersebar di RT 1, RT 3, RT 10, RT 12, RT 21 dan RT 22.

Diketahui, setiap titik menggelar kegiatan secara rutin setiap bulan dengan pemeriksaan yang mencakup tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta pemantauan faktor risiko PTM lainnya.

Menurut Yeyen, keberadaan posbindu di berbagai RT membuat warga lansia lebih mudah hadir karena jarak tempuh lebih dekat.

“Posbindu ini memang kami sebarkan agar warga tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas. Semuanya dilakukan untuk memudahkan akses dan memastikan pemantauan PTM tetap berjalan,” ucap Yeyen saat ditemui di Puskesmas Margasari, Senin (17/11/2025).

Selain pemeriksaan kesehatan, posbindu juga memberikan edukasi terkait pencegahan hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Petugas juga memberikan penjelasan mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pentingnya menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit.

Edukasi ini dinilai penting mengingat sebagian besar lansia masih memiliki keterbatasan informasi terkait pengelolaan kesehatan sehari-hari.

Yeyen mengungkapkan, antusiasme warga cukup baik, meski beberapa kali kegiatan terkendala jadwal warga yang bekerja atau memiliki aktivitas lain.

Untuk mengatasi hal tersebut, pelaksanaan posbindu biasanya disesuaikan dengan waktu yang paling memungkinkan bagi warga. Selain itu, kader kesehatan di setiap RT turut aktif mengingatkan jadwal pemeriksaan agar tingkat kehadiran tetap stabil.

Di beberapa wilayah yang belum memiliki gedung khusus, kegiatan posbindu dilaksanakan dengan memanfaatkan rumah ketua RT atau rumah kader.

Yeyen menyampaikan bahwa hal itu bukan menjadi hambatan berarti karena warga justru merasa lebih nyaman mengikuti kegiatan di lingkungan sendiri.

“Yang penting layanan bisa jalan dan warga dapat pemeriksaan. Soal lokasi, kami fleksibel,” ucapnya.

Kegiatan posbindu lansia juga terintegrasi dengan upaya promosi kesehatan yang dilakukan secara langsung oleh petugas.

Adapun edukasi diberikan melalui penyuluhan singkat sebelum pemeriksaan dimulai, sehingga warga mendapatkan pemahaman yang cukup mengenai pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin.

Puskesmas Margasari berharap keberadaan enam titik posbindu lansia ini mampu memperkuat upaya deteksi dini PTM dan mendorong lansia untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

Dengan pemeriksaan berkala, pencegahan dapat dilakukan lebih cepat. Agar potensi komplikasi penyakit dapat ditekan.

Melalui pelayanan yang semakin merata dan dekat kepada warga, Puskesmas Margasari menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lansia yang membutuhkan pemantauan berkelanjutan. (*)

Untuk informasi lebih lanjut terkait kegiatan maupun update Puskesmas Margasari, masyarakat dapat mengunjungi dan mengikuti akun Instagram resmi di @promkes_pkmmargasari

Penulis: Yandri Rinaldi