(foto: IST)

IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Sebagai upaya dalam mewujudkan kantor yang lebih hijau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menyelenggarakan Workshop Eco Office 2026.

Adapun, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 30 Juni hingga 1 Juli 2026, dan bertempat di Ruang Rapat Jahe Balikpapan (Etlingera balikpapanensis) Lantai 2 DLH Kota Balikpapan.

Workshop juga diikuti oleh perwakilan dari perkantoran swasta dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan. Para peserta diajak untuk memahami bahwa efisiensi energi, pengurangan sampah, dan pengelolaan sumber daya yang bijak merupakan langkah sederhana namun mampu memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Menurut Kepala Bidang Penaatan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PHPKLH), Siti Patimah, workshop ini memberikan pembahasan mendalam mengenai penerapan konsep Eco Office, yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu efisiensi energi dan air, pengurangan timbunan sampah, serta pembangunan budaya kerja berkelanjutan di lingkungan perkantoran.

Selain itu, Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan peran seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

“Kegiatan Eko Office ini merupakan program di mana kita berusaha untuk meningkatkan peran dari semua stakeholder, terutama untuk meningkatkan budaya pengelolaan lingkungan hidup,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Lebih lanjut, Siti Patimah menyampaikan harapannya agar para peserta, khususnya dari sektor perhotelan, dapat memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan lingkungan.

“Melalui kegiatan workshop ini kami harapkan dari peserta khususnya dari perhotelan, memahami bagaimana cara untuk melakukan pengelolaan lingkungan, penyediaan ruang terbuka hijau, bagaimana mengelola sampah, terutama dalam implementasi reduce, reuse, dan recycle.

Di situ juga kami tekankan bagaimana untuk melakukan konservasi energi, pengelolaan air, dan juga pengelolaan limbah,” tambahnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya menerima pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi interaktif dan simulasi penerapan konsep ramah lingkungan di lingkungan kerja masing-masing. Materi yang disampaikan mencakup teknis penghematan energi listrik, pengelolaan air bersih, pemilahan sampah dari sumbernya, hingga pemanfaatan kembali barang-barang yang masih layak pakai.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk mulai menerapkan kebiasaan ramah lingkungan di kantor masing-masing, sekaligus menginspirasi institusi lain untuk turut serta dalam gerakan serupa.

Dengan kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah daerah, pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di Kota Balikpapan diharapkan semakin terwujud. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)