
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen menjaga kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang bulan Ramadan 1447 Hijriah, meskipun jadwal sekolah mengalami penyesuaian akibat puasa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyatakan bahwa program ini tetap dilaksanakan sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai koordinator teknis.
“Program ini tetap berjalan selama Ramadan. Kami mengikuti kebijakan dari Badan Gizi Nasional sebagai pelaksana teknis. Yang paling utama kami pastikan adalah keamanan dan kualitas makanan yang diterima siswa,” kata Irfan, Selasa (24/2/2026).
Penyesuaian utama dilakukan pada mekanisme distribusi. Karena jam belajar lebih pendek, makanan tidak lagi disantap di sekolah seperti biasa. Sebaliknya, siswa menerima paket dalam bentuk makanan kering kemasan yang praktis, tahan lama, dan bisa dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Adam Dustin Bhakti, Ketua DPD I Provinsi Kalimantan Timur Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), menjelaskan bahwa perubahan ini sengaja dirancang menyesuaikan kebutuhan puasa.
“Paket menu kering ini bisa bertahan 8–12 jam tanpa rusak. Contoh isinya termasuk telur puyuh, biskuit kaya protein, susu, serta buah seperti kurma. Siswa tinggal bawa pulang dan nikmati saat berbuka,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski bentuknya berubah, standar gizi tetap mengikuti ketentuan BGN. Setiap dapur penyedia didampingi ahli gizi profesional untuk memastikan komposisi nutrisi seimbang dan aman.
“Setiap menu wajib disetujui ahli gizi sebelum dibagikan, jadi kualitasnya tidak menurun,” tegasnya.
Selain siswa sekolah, program MBG selama Ramadan ini juga terus menjangkau kelompok rentan 3B, yakni balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui), tentunya melalui Posyandu di berbagai kecamatan Balikpapan.
Pemkot Balikpapan berharap inisiatif ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di tengah ibadah puasa, sekaligus menjaga semangat belajar mereka tetap tinggi. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)