
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Baru Ilir, Balikpapan Barat melaksanakan program deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) untuk tenaga pendidik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Balikpapan Barat sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan masyarakat produktif.
Disebutkan bahwa program tersebut memprioritaskan pemeriksaan kesehatan sekaligus edukasi pencegahan terhadap penyakit kronis.
Perawat pemegang program PTM Puskesmas Baru Ilir, Yohana Yanti Tinna menyampaikan bahwa kesibukan tenaga pendidik sering kali membuat perhatian terhadap kesehatan menjadi rendah.
“Guru memiliki beban kerja yang tinggi, sehingga sering kali mereka tidak sempat melakukan aktivitas fisik atau menjaga pola makan sehat. Kurangnya informasi mengenai risiko penyakit juga menjadi salah satu kendala,” katanya saat diwawancara langsung, Sabtu (29/11/2025).
Program PTM menyediakan pemeriksaan GDS, asam urat, dan kolesterol yang penting untuk mengetahui potensi diabetes dan hipertensi, dua jenis penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada usia produktif.
Menurut Yohana Yanti Tinna, PTM bukan sekadar pemeriksaan rutin, tetapi juga merupakan intervensi berbasis data riil terhadap kondisi kesehatan para peserta.
“Dengan edukasi personal, guru lebih mudah memahami risiko dan lebih termotivasi untuk melakukan perubahan,” ungkapnya.
Adapun, sebanyak 16 guru mengikuti kegiatan tersebut. Peserta juga menerima konsultasi individu terkait peningkatan gaya hidup sehat serta informasi penting mengenai pencegahan risiko.
Dinas Kesehatan menilai pencegahan melalui deteksi dini merupakan strategi penting dalam menekan angka kasus PTM yang seringkali baru terdeteksi ketika sudah berat dan membutuhkan penanganan dalam jangka panjang.
Kegiatan PTM di sekolah diharapkan dapat memperkuat peran guru atau tenaga pendidik sebagai penyebar edukasi kesehatan kepada siswa dan lingkungan sekolah.
“Guru bisa menjadi agen perubahan untuk membangun budaya hidup sehat di sekolah,” pungkas Yohana Yanti Tinna. (*)