Penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan pasien Bakti Sosial Paripurna Operasi Celah Bibir dan Langit-langit. (iknbisnis.com/yandri)

IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen memberikan senyuman bahagia dan sejuta harapan kepada anak dengan melaksanakan Bakti Sosial Paripurna Operasi Celah Bibir dan Langit-langit.

Langkah mulia yang dilakukan bersama dengan RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan tersebut merupakan salah satu dari lima program utama yang dijalankan oleh Baznas Kaltim.

“Kami dari Baznas Kaltim memiliki lima program utama, yakni pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, serta advokasi dan dakwah.

Kegiatan bakti sosial paripurna operasi celah bibir ini bagian dari program kami yakni kemanusiaan,” ujar Ketua Baznas Kaltim, Drs H Ahmad Nabhan saat dijumpai media usai pembukaan Bakti Sosial Paripurna Operasi Celah Bibir dan Langit-langit di Sky Lounge Platinum Hotel, Rabu (14/1/2026) malam.

Ahmad Nabhan menerangkan, kegiatan operasi celah bibir ini bukan kali pertama diselenggarakan, melainkan sudah memasuki tahun ke-4 pelaksanaanya.

Ia menyebut, pada pelaksanaan perdana tahun 2022, program operasi celah bibir dan langit-langit telah menjangkau 20 anak. Jumlah tersebut kemudian meningkat signifikan pada tahun 2023 menjadi 40 anak, dan kembali bertambah pada 2024 dengan total 58 anak penerima manfaat.

Adapun, dari puluhan anak yang menjalani operasi pada 2024, terdapat enam anak nonmuslim yang tetap dilayani. Ia menegaskan, semangat kemanusiaan menjadi fondasi utama program ini.

“Anak yang nonmuslim tetap kita layani, ini murni kemanusiaan. Jadi yang muslim itu kami ambilkan dari dana zakat, kalau yang bukan muslim dari dana infak,” terangnya.

Ia menekankan, tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata perbaikan fisik, tetapi juga pemulihan kepercayaan diri anak-anak.

Menurutnya, kondisi celah bibir dan langit-langit kerap membuat anak merasa minder, bahkan berdampak pada psikologis dan masa depan pendidikan mereka.

“Dengan adanya perbaikan celah bibir, anak-anak lebih percaya diri, bisa bersekolah tanpa minder dan itu tentu akan membantu dirinya di masa depan dalam mencari pekerjaan yang lebih baik nantinya,” imbuhnya.

Ketua Baznas Kaltim, Drs H Ahmad Nabhan.

Lebih lanjut, Ahmad Nabhan menjelaskan terkait usia peserta, Baznas Kaltim tidak menetapkan batasan. Mulai dari bayi hingga remaja tingkat SMA tetap dapat mengikuti program tersebut.

Proses pendaftaran sendiri dibuka lebih dari satu bulan sebelumnya, dengan target awal sebanyak 60 anak.

Namun, jumlah pendaftar yang masuk hanya 29 anak, tetapi dua di antaranya harus menunda karena kondisi kesehatan, sehingga total peserta yang akan menjalani operasi menjadi 27 anak.

Ahmad Nabhan menyampaikan harapan agar jumlah anak dengan kondisi celah bibir dan langit-langit di Kalimantan Timur terus menurun setiap tahunnya.

“Kita berharap ke depan semakin sedikit anak-anak kita yang mengalami kondisi seperti ini, itu harapan kita,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kanudjoso Djatiwibowo, drg Ahmad Jais menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kaltim atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial tersebut.

Ia menilai, kegiatan ini lahir dari komitmen dan kemauan kuat berbagai pihak untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak dengan kondisi celah bibir dan langit-langit.

“Dukungan yang diberikan tidak semata-mata dalam bentuk pelayanan medis, tetapi juga membawa harapan, menghadirkan senyuman ceria bagi anak-anak, sekaligus meringankan beban keluarga dan orang tua pasien,” ungkapnya.

Ahmad Jais menegaskan, RSUD Kanudjoso Djatiwibowo akan senantiasa memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas, dan aman.

Pada pelaksanaan bakti sosial ini, pihak rumah sakit juga menurunkan tim terbaiknya untuk memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan optimal.

Ia turut berharap terjalin kerja sama yang baik antara tenaga kesehatan dan orang tua pasien, terutama dalam mengikuti seluruh arahan medis sebelum dan sesudah tindakan operasi.

“Kami sangat berharap kerjasama yang baik dari orang tua agar mengikuti arahan dari para petugas kesehatan, sehingga pelayanan kegiatan operasi celah bibir dan kangit langit ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (*)