Suasana ngobrol bareng Agri dan UMKM Balikpapan (iknbisnis.com/ryan)

IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN-Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (Agri) melirik potensi pasar komoditas gula rafinasi, yang dikhususkan untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sektor industri makanan dan minuman (Mamin) di Balikpapan.

Upaya edukasi dan promosi gula rafinasi itu, dilaksanakan melalui program mengunjungi UMKM di Balikpapan.

Kemudian menggelar Agri Ngobrol Bareng yang mengupas tentang penggunaan bahan baku yang berkualitas untuk mendorong UMKM naik kelas.

Hingga sosialisasi kebijakan dan peraturan baru serta diskusi perkembangan industri mamin skala UMKM dan tantangan yang dihadapi, di Kota Balikpapan.

Direktur Eksekutif Agri Gloria Guida Manalu berkomitmen mendukung program pemerintah dalam upaya mendorong percepatan UMKM naik kelas.

Salah satunya dengan cara rutin mengunjungi para penggiat UMKM industri Mamin di Kota Balikpapan.

Diirangkai promosi dan edukasi terkait manfaat dan nilai tambah yang dihasilkan dengan menggunakan bahan baku gula rafinasi.

“Biasanya kami juga melibatkan kementerian atau lembaga terkait,” ujar Gloria Guida Manalu, didampingi Wakil Ketua I Agri Supriadi, ditemui di sela-sela kegiatan di Hotel Golden Tulip Balikpapan, Selasa (26/9/2023).

Agri berkunjung ke Kota Balikpapan selama dua hari, yakni 25-26 September 2023.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan Muhammad Anwar bersama Kabid Koperasi dari Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan Bahrian.

Seluruh peserta Agri Ngobrol Bareng mengabadikan momen (iknbisnis.com/ryan)

Selain itu hadir pula Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Loka POM) Kota Balikpapan Gerson Kaloka, serta Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda Risetio Canggih.

Sementara para pelaku usaha yang hadir di antaranya Owner Cake Salakilo Riswah Yuni, yang mewakili industri Mamin di Kota Balikpapan.

Dalam kesempatan itu, Agri juga mengundang sekitar 25 pelaku UMKM industri Mamin yang berkembang di Kota Balikpapan.

Gloria menjelaskan, gula rafinasi atau biasa disebut Gula Kristal Rafinasi (GKR) berbeda dengan produk gula yang biasa dikonsumsi untuk kebutuhan rumah tangga, atau biasa disebut Gula Kristal Putih (GKP).

Perbedaannya terletak aturan pendistribusian dan penggunaannya.

GKR sebagai gula industri sedangkan GKP sebagai gula konsumsi oleh masyarakat secara luas.

Adapun Agri merupakan wadah bagi para pengusaha produsen gula rafinasi di Indonesia.

Agri menjadi forum komunikasi, edukasi dan informasi serta promosi produk gula rafinasi yang mendukung kemajuan industri secara nasional.

“Selama kurun waktu hampir 19 tahun Agri senantiasa mendukung UMKM khususnya industri Mamin dalam hal memenuhi kebutuhan gula kristal rafinasinya.

Harapan kami agar dapat meningkatkan standar mutu produk UMKM, khususnya di Balikpapan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, kata dia, Agri ingin melihat dan mendengar secara langsung perkembangan UMKM industri Mamin, serta implementasi regulasi distribusi gula rafinasi di daerah.

Wakil Ketua I Agri Supriadi menambahkan, Agri berperan sebagai mitra pemerintah untuk melakukan sosialisasi kebijakan dan peraturan baru.

Selama di Balikpapan, Agri sudah mengunjungi enam UMKM industri Mamin.

Antara lain, Fajar Bakery, Wedang Dayak, Dapur Rabbani, Gulung Jenebora, Cake Salakilo dan Risky Sirup Banjar.

“Balikpapan selain terkenal dengan panganan hasil lautnya, industri pengolahan makanan dan minuman yang manis juga banyak, seperti kue Pia, Bingka, Mantau dan lain-lain.

Ini menjadi perhatian kami ketika ke Balikpapan, sampai saat ini belum mempunyai Koperasi Penyalur GKR,” katanya.

Ia menjelaskan, dibutuhkan badan atau lembaga berbentuk koperasi untuk distribusi GKR bagi UMKM di daerah.

“Tentunya kunjungan kami kali ini akan mengidentifikasi kondisi serta melakukan Problem Solving, agar kami bisa upayakan solusinya bersama dengan pihak terkait,” imbuhnya.

Owner Cake Salakilo Riswah Yuni yang menjadi salah seorang panelis tampak antusias dengan kehadiran para pebisnis produsen gula rafinasi di Balikpapan.

“Mohon doanya komunitas kami bisa membentuk Koperasi Penyalur GRK secepatnya.

Mudahan bisa mengakomodir kebutuhan gula khususnya gula rafinasi bagi pelaku UMKM di Balikpapan,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Koperasi dari Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan Bahrian menyambut baik sosialisasi terkait pemahaman gula rafinasi di Kota Balikpapan.

“Kami juga akan mensosialisasikan untuk UMKM. Kami juga ingin tahu, pelaku UMKM mau enggak, beralih dari gula putih (GKP) menjadi gula rafinasi,” katanya.

Menurutnya, perlu dukungan semua pihak yang terlibat untuk mengubah pola pikir para pelaku UMKM khususnya industri Mamin agar bisa beralih.

Ia juga mendukung upaya pembentukan Koperasi Penyalur GKR di Balikpapan. (*)