IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah menyiapkan rencana pembangunan dua pos siaga bencana baru di wilayah utara dan timur. Namun, realisasi proyek tersebut masih harus menunggu kejelasan dari sisi penganggaran serta koordinasi lintas instansi.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih dalam tahap finalisasi administrasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Menurutnya, proses ini menjadi langkah awal yang krusial sebelum memasuki tahapan penganggaran secara lebih lanjut.

“Memang urusannya harus berhubungan dengan BPKAD. Kalau sudah clear di sana, baru kita lanjut ke penganggaran. Setelah anggaran oke, baru kita siapkan sarana prasarana dan sumber daya manusianya,” ujar Usman, Jumat (19/6/2026).

Dia menambahkan, pembangunan pos siaga ini tidak hanya menyangkut fisik bangunan, tetapi juga meliputi penambahan armada kendaraan operasional dan personel baru.

Konsep pos yang dirancang pun harus memenuhi standar minimal, seperti ruang operator, ruang jaga, tempat ibadah, hingga area parkir mobil siaga. Meski desainnya tidak besar, kata Usman, semua elemen tersebut harus tersedia agar pos benar-benar fungsional saat darurat.

Adapun dua lokasi yang menjadi prioritas adalah kawasan Kariangau di Balikpapan Utara dan Gunung Tembak di Balikpapan Timur. Kedua titik tersebut dinilai strategis untuk mempercepat respons bencana, mengingat cakupan wilayah kota yang cukup luas dan kerentanan terhadap cuaca ekstrem serta potensi kebakaran lahan.

Namun, Usman mengakui bahwa kondisi fiskal saat ini masih dalam masa efisiensi, sehingga pihaknya tidak bisa memaksakan target tanpa memperhatikan regulasi yang berlaku.

“Kita berusaha semaksimal mungkin, tapi kita juga tidak bisa memaksakan diri. Kita menunggu arahan dari pimpinan. Kalau pimpinan mencatatkan bahwa ini bisa dilakukan, tentu kita siapkan secepatnya,” tuturnya.

Terkait jadwal pembangunan, Usman mengaku belum dapat memastikan karena semua tergantung pada hasil verifikasi dari BPKAD dan persetujuan anggaran dari pimpinan daerah.

“Dari BPKAD masih menunggu, kita juga menunggu. Yang jelas, kita tetap mengedepankan prosedur yang sudah ditetapkan,” tutupnya.

Rencana pembangunan pos siaga ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang BPBD Balikpapan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan tanggap dalam menghadapi situasi darurat, baik bencana alam maupun non-alam di seluruh wilayah kota. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)