
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Setelah melalui proses panjang selama kurang lebih dua bulan, ajang pemilihan Duta Wisata Manuntung Kota Balikpapan tahun 2026 mencapai puncaknya pada Sabtu (18/4/2026) malam.
Bertempat di Gedung Kesenian Balikpapan, malam grand final ini tidak hanya menjadi ajang penentuan pemenang, tetapi juga panggung apresiasi bagi 24 finalis yang terpilih dari 150 peserta terbaik kota.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, C.I Ratih Kusuma, menyampaikan bahwa proses seleksi telah dimulai sejak Februari lalu. Ratusan peserta yang merupakan putra-putri terbaik Balikpapan, baik dari kalangan perguruan tinggi, sekolah menengah, hingga yang sudah bekerja, telah melalui serangkaian kegiatan.
“Kegiatan dimulai dari karantina, pengenalan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif, pengenalan kelembagaan, hingga audiensi dengan pemerintah kota dan DPRD.
Mereka juga bersilaturahmi ke enam kecamatan se-Kota Balikpapan serta menjalani city tour untuk mengenali langsung objek wisata,” jelas Ratih.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini bertujuan membentuk karakter generasi muda. Para duta nantinya tidak hanya bertugas mempromosikan pariwisata, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan (agent of change).
“Mereka juga bertugas mengedukasi tentang pariwisata yang baik serta menciptakan inovasi-inovasi yang dapat mempromosikan Kota Balikpapan,” tambahnya.
Pada malam grand final, selain gelar Putra dan Putri Duta Wisata Manuntung, juga akan diumumkan kategori Putri Pariwisata serta para wakil 1, 2, dan 3. Sejumlah penghargaan atribut seperti Best Performance, Inteligensia, Favorit, dan Persahabatan juga diserahkan kepada finalis terpilih.
Acara puncak tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi Disparpora yang konsisten menyelenggarakan pemilihan duta wisata. Wali Kota menekankan bahwa esensi kegiatan ini melampaui sekadar kompetisi keterampilan.
“Saya berharap ini bukan hanya adu ajang keterampilan dan kemampuan, tetapi edukasi yang penting adalah bagaimana mengenalkan Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan, di kanca nasional maupun internasional,” ujar Rahmad.
Menyadari kualitas peserta yang tinggi, orang nomor satu di Balikpapan itu mengakui bahwa dewan juri menghadapi tugas yang tidak mudah.
“Saya yakin semua menjadi pemenang. Tetapi karena ada kategori, harus dipilih siapa yang lebih baik, tentu kita serahkan sepenuhnya kepada dewan juri pada malam ini,” katanya.
Wali Kota berharap momentum ini dapat digunakan untuk mempromosikan nilai-nilai budaya dan potensi wisata Kota Balikpapan.
“Saya yakin melalui ajang ini kita bisa mempromosikan keberagaman budaya maupun potensi wisata yang ada di kota yang kita cintai jni, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Malam grand final ditutup dengan pengumuman para pemenang yang diharapkan mampu menjalankan amanah sebagai ikon promosi dan pelestari budaya Balikpapan untuk dua tahun ke depan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)