IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Baru Ilir terus memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), yang menggabungkan berbagai layanan kesehatan dalam satu lokasi untuk seluruh kelompok usia.

Program tersebut menjadi upaya peningkatan akses kesehatan berkelanjutan di tingkat RT, sebagai bagian penerapan transformasi layanan primer.

Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Baru Ilir, Novita, menjelaskan bahwa Posyandu ILP hadir sebagai layanan terpadu dalam satu siklus hidup, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.

Dengan skema ini, sebutnya, berbagai jenis pelayanan kesehatan dapat dilakukan di satu titik pelayanan.

“ILP merupakan integrasi layanan primer, di mana kita mengintegrasikan layanan kesehatan mulai bayi baru lahir, balita, ibu hamil dan menyusui, usia produktif hingga lansia,” ungkap Novita saat ditemui, Sabtu (29/11/2025).

Novita memaparkan, pada kelompok bayi dan balita, layanan dilakukan melalui pengukuran pertumbuhan dan perkembangan. Untuk ibu hamil dan menyusui, pemantauan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko komplikasi.

Pada kelompok remaja, dewasa, dan lansia, Posyandu ILP menekankan screening penyakit tidak menular (PTM) melalui pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, serta pemeriksaan hemoglobin untuk remaja putri sebagai upaya pencegahan anemia.

Sementara untuk lansia, pemeriksaan difokuskan pada deteksi hipertensi, diabetes melitus, dan risiko stroke.

“Untuk usia produktif dan lansia, layanan lebih dititikberatkan pada screening awal penyakit degeneratif dan SIKLAS. Sedangkan untuk remaja juga terdapat edukasi pencegahan rokok dan NAPZA,” jelasnya.

Diketahui, pelaksanaan ILP dijalankan melalui kolaborasi tenaga kesehatan bersama kader Posyandu.

Ia menyebut bahwa keterlibatan kader menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan berbasis komunitas.

Puskesmas Baru Ilir mengungkapkan, integrasi layanan di Posyandu ILP bertujuan memastikan pemantauan kesehatan masyarakat lebih teratur, terjangkau, serta memberikan ruang edukasi bagi berbagai kelompok usia dalam rangka mencegah munculnya masalah kesehatan lebih kompleks. (*)

Penulis: Yandri Rinaldi