
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Program Kelas Balita yang dilaksanakan Puskesmas Baru Ilir memberikan serangkaian materi edukasi yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai kesehatan anak usia dini.
Materi tersebut mengacu pada petunjuk teknis pelayanan kesehatan balita dan disampaikan dalam beberapa sesi tatap muka.
Bidan Risma menuturkan bahwa kurikulum Kelas Balita disusun berdasarkan standar pelayanan kesehatan anak, mencakup berbagai aspek penting yang perlu dipahami ibu balita.
“Materinya sudah ada juknisnya, mulai dari ASI eksklusif, imunisasi, MPASI, tumbuh kembang, penyakit pada bayi, sampai pola hidup bersih dan sehat,” ungkap Risma saat ditemui, Jum’at (28/11/2025).
Setiap sesi kelas tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga diskusi dan tanya jawab antara petugas kesehatan dan para ibu.
Metode itu pun digunakan untuk memastikan bahwa setiap peserta memahami informasi secara menyeluruh serta dapat menyampaikan kendala atau permasalahan yang dihadapi dalam merawat anak.
“Metodenya tetap muka dan sharing. Kami menggali apakah ada masalah pada balita, lalu memberikan informasi terbaru agar ibu-ibu bisa update ilmu tentang pelayanan kesehatan bayi dan balita,” jelasnya.
Diketahui, materi mengenai ASI eksklusif diberikan untuk memastikan ibu memahami pentingnya pemberian ASI selama enam bulan pertama kehidupan.
Ia menyebut, edukasi MPASI bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai komposisi makanan, frekuensi makan, dan risiko yang perlu dihindari.
Sementara itu, materi imunisasi difokuskan pada jadwal vaksinasi dan manfaat perlindungan penyakit menular.
Untuk aspek tumbuh kembang, bidan mendorong ibu melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan motorik, bahasa, dan sosial anak. Pengenalan berbagai penyakit pada bayi juga menjadi bagian penting agar ibu dapat mengenali gejala awal dan segera mencari pelayanan kesehatan.
Menurut Risma, tujuan akhir dari kelas ini yaitu memastikan ibu memiliki pengetahuan yang cukup untuk menerapkan praktik perawatan anak sesuai standar kesehatan.
“Harapannya ibunya mampu menerapkan apa yang sudah dijelaskan, baik terkait ASI, MPASI, imunisasi, maupun PHBS,” imbuhnya.
Setiap kelas diikuti oleh sekitar 10 hingga 15 ibu balita dari setiap RT. Adapun respon peserta dikatakan cukup baik, mengingat banyak ibu yang menilai kegiatan ini membantu mereka memahami kebutuhan kesehatan anak secara lebih komprehensif.
Risma mengungkapkan bahwa Kelas Balita menjadi salah satu program edukasi yang konsisten diselenggarakan setiap tahun, dan menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Baru Ilir. (*)