IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Program Kelas Balita yang dilaksanakan Puskesmas Baru Ilir resmi memasuki sesi penutupan untuk tahun 2025.

Kegiatan yang menyasar 10 RT tersebut telah berjalan selama satu bulan dan ditargetkan kembali berlanjut pada 2026 dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

Bidan Puskesmas Baru Ilir, Risma, menjelaskan bahwa program Kelas Balita merupakan agenda rutin tahunan yang fokus pada edukasi kesehatan bagi ibu yang memiliki anak usia balita. Tahun ini, seluruh rangkaian kegiatan telah diselesaikan sesuai jadwal.

“Untuk kelas balita, hari ini menjadi pertemuan terakhir. Program tahun ini mencakup 10 RT, dan seluruh rangkaian sudah berjalan sesuai rencana,” kata Risma saat diwawancara, Jum’at (28/11/2025).

Ia menyampaikan bahwa program tersebut selalu dirancang dalam bentuk pertemuan tatap muka yang melibatkan edukator kesehatan dan para ibu balita.

Adapun, setiap sesi menghadirkan pemberian informasi, diskusi masalah kesehatan anak, serta pemantauan kondisi balita melalui konsultasi langsung.

Menurut Risma, respon masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Meski pelaksanaannya berada pada jam-jam ketika anak-anak sedang bersekolah, tingkat kehadiran ibu balita tetap stabil.

“Alhamdulillah respon ibu-ibunya positif. Walaupun jadwalnya kadang bertepatan dengan aktivitas rumah tangga, antusiasme mereka tetap tinggi,” jelasnya kepada IKNBISNIS.COM.

Dalam setiap RT, peserta yang hadir berkisar antara 10 hingga 15 ibu balita. Melihat tingginya partisipasi masyarakat, Puskesmas Baru Ilir berencana memperluas cakupan program pada tahun 2026.

Risma pun menjelaskan, tahun depan Kelas Balita akan diperluas dari 10 RT menjadi 15 RT dengan frekuensi kegiatan yang tetap berlangsung secara berjenjang.

“InsyaAllah tahun depan pelaksanaannya mencakup 15 RT. Untuk satu RT ada empat kali pertemuan dalam satu tahun,” tuturnya.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, pihaknya akan membagi tugas bagi petugas lapangan agar distribusi pelayanan merata. Sistem tersebut dianggap efektif untuk memastikan tidak ada RT yang tertinggal dalam layanan edukasi kesehatan balita.

Lebih lanjut, Risma menegaskan bahwa pengembangan Kelas Balita merupakan langkah penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam merawat anak.

Lewat program tahunan ini, masyarakat diharapkan lebih memahami dasar-dasar kesehatan anak usia dini, sehingga mampu menjalankan perawatan yang tepat dan mencegah risiko kesehatan pada balita.

Program perluasan ke 15 RT pada 2026 juga dirancang sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan cakupan layanan kesehatan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Baru Ilir.

Dengan semakin luasnya wilayah sasaran, ia berharap, edukasi kesehatan dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan balita. (*)

Penulis: Yandri Rinaldi