
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Kolesterol tinggi menjadi temuan kesehatan yang paling banyak ditemukan dalam kegiatan screening Penyakit Tidak Menular (PTM) di wilayah Puskesmas Baru Ilir.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa pola makan masyarakat masih didominasi makanan berlemak dan berminyak.
Perawat Puskesmas Baru Ilir, Yohana Yanti, mengungkapkan bahwa temuan kolesterol tinggi lebih sering muncul dibandingkan tekanan darah tinggi atau gula darah.
“Faktor risiko yang paling banyak adalah hiperkolesterol. Banyak warga yang suka mengonsumsi makanan yang berlemak, gorengan, atau pun makanan olahan,” jelasnya kepada media, Kamis (20/11/2025).
Meskipun tidak sebanyak kolesterol, kasus gula tinggi juga ditemukan meski jumlahnya kecil.
Yohana mencontohkan salah satu kasus di mana seorang warga ternyata memiliki kadar gula darah mencapai 500 mg/dL tanpa menyadari sebelumnya.
“Dia tidak merasakan apa-apa. Pas diperiksa, gulanya tinggi sekali. Setelah itu langsung kami arahkan ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.
Menurut Yohana, temuan ini menunjukkan pentingnya deteksi dini. Banyak warga tidak menyadari kondisi kesehatannya karena penyakit seperti diabetes dan kolesterol tinggi tidak selalu memberikan gejala. Tanpa pemeriksaan rutin, risiko komplikasi bisa meningkat.
Screening kesehatan yang dilakukan Puskesmas Baru Ilir menjadi penting untuk mengidentifikasi kondisi ini sejak awal. Petugas tidak hanya memeriksa, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pola makan dan gaya hidup sehat kepada warga.
Ia menyebut, apabila warga yang ditemukan memiliki tanda risiko langsung diarahkan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Dengan temuan yang cukup tinggi, Puskesmas Baru Ilir menekankan perlunya kesadaran lebih tinggi dari warga untuk membatasi konsumsi makanan berlemak serta mengurangi gorengan.
Yohana berharap warga lebih sering melakukan pemeriksaan dan menjaga pola makan agar risiko Penyakit tidak menular dapat ditekan. (*)