IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyambut baik masuknya program penyediaan air baku ke dalam rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Timur.

Namun, Wali Kota meminta agar program pengendalian banjir juga mendapat perhatian dan dukungan yang lebih besar dari pemerintah provinsi. Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk penanganan banjir di kota tersebut masih jauh dari cukup.

“Kami mengapresiasi program penyediaan air baku yang sudah masuk dalam rancangan awal RKPD Provinsi.

Namun kami juga memohon agar program pengendalian banjir di Balikpapan dapat diakomodir lebih kuat, karena dampaknya langsung menyentuh produktivitas ekonomi dan kenyamanan warga,” kata Rahmad, Jumat (3/4/2026).

Berdasarkan hasil kajian, Pemerintah Kota menilai penanganan banjir secara menyeluruh di Balikpapan memerlukan anggaran lebih dari Rp2 triliun. Sementara dana yang saat ini sudah dialokasikan baru sekitar Rp130 miliar, atau kurang dari 10 persen dari kebutuhan total.

“Untuk menuntaskan persoalan banjir di Balikpapan, dari hasil kajian dibutuhkan kurang lebih Rp2 triliun. Sementara yang sudah dialokasikan baru sekitar Rp130 miliar, belum sampai 10 persen,” terangnya.

Rahmad juga mengingatkan masyarakat bahwa banjir tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya. Namun yang terpenting, lanjut dia, adalah meminimalkan dampaknya agar tidak mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

“Perlu kami sampaikan agar masyarakat juga memahami, banjir tidak akan pernah hilang. Bahkan di negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat, banjir tetap terjadi saat curah hujan tinggi. Yang penting adalah bagaimana kita mengurangi dampaknya agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Ia pun menegaskan pentingnya kerja sama antara Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan DPRD, terutama para wakil dari daerah pemilihan Balikpapan, untuk mengawal program penanganan banjir agar bisa terlaksana dengan optimal.

“Kami berharap ada kerja sama dan dukungan dari semua pihak, termasuk DPRD Provinsi. Ini penting karena saat ini adalah momentum emas bagi Kota Balikpapan untuk berbenah,” imbuh Rahmad. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)