
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Menyambut peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Balikpapan ke-129, Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar Tabligh Akbar di Balikpapan Islamic Center, Sabtu (3/1/2025).
Kegiatan ini dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, Ketua Umum BPC HIPMI Balikpapan, Adam Dustin Bhakti, Perwakilan DPRD Balikpapan, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Tabligh Akbar tersebut juga menghadirkan Ustaz Das’ad Latif yang menyampaikan tausiyah kepada jamaah yang hadir dengan penuh antusias di Balikpapan Islamic Center.
Adam Dustin Bhakti menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata inisiasi HIPMI, melainkan lahir dari niat tulus dan hati nurani bersama antara HIPMI dan Pemerintah Kota Balikpapan yang terbangun melalui kolaborasi yang harmonis.
Menurutnya, Tabligh Akbar ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keimanan dan kebersamaan.
“Saya sangat mengapresiasi dan sangat bahagia bisa menjadi bagian dari acara yang InsyaAllah akan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Adam menambahkan, peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan HUT ke-129 Kota Balikpapan merupakan perpaduan antara perjalanan spiritual umat Islam dan perjalanan panjang masyarakat Balikpapan dalam membangun kota.
Momentum ini, kata dia, menjadi refleksi bersama untuk terus meneguhkan iman di tengah laju pembangunan.
“InsyaAllah melalui kegiatan ini, keimanan kita semakin kuat dan Balikpapan dapat terus melangkah menuju kota global yang dibingkai oleh nilai-nilai Madinatul Iman,” tambahnya.
Sementara itu, Pj Sekda Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo yang hadir mewakili Wali Kota Balikpapan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Pemkot Balikpapan dan HIPMI Kota Balikpapan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan Tabligh Akbar tersebut merupakan wujud sinergi positif antara pemerintah dan kalangan pengusaha muda.
“Alhamdulillah sebagian besar kegiatan ini di sponsori oleh HIPMI kota Balikpapan. Karena itu, atas nama pemerintah kota Balikpapan kami mengucapkan terima kasih kepada Adam dan timnya atas terselenggaranya kegiatan pada hari ini,” kata Agus Budi.
Lebih lanjut, Agus Budi menuturkan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peristiwa monumental dalam sejarah Islam, melainkan fondasi spiritual yang mempertautkan antara iman dan amal dalam kehidupan sehari-hari.
Dari peristiwa Isra Mi’raj itulah, lanjutnya, Rasulullah SAW menerima perintah salat sebagai pilar utama dalam membentuk pribadi umat yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki daya juang yang tinggi.
“Beliau mengajarkan kepada kita bahwa kemajuan sejati tidak hanya lingkup dari aspek material dan pembangunan fisik, tetapi juga dari kekuatan iman, keteguhan moral, serta kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap usaha yang kita lakukan,” terangnya.
Agus menambahkan, peringatan Isra Mi’raj tahun ini memiliki makna khusus karena beriringan dengan HUT ke-129 Kota Balikpapan.
Usia tersebut mencerminkan perjalanan panjang Balikpapan, dari wilayah pesisir yang sederhana hingga kini berkembang menjadi kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan terus bertransformasi menuju kota global yang maju, nyaman, dan berdaya saing.
Tema Isra Mi’raj sebagai spirit memperkuat iman dan usaha menuju kota global dalam bingkai Madinatul Iman, kata dia, menjadi pengingat bahwa arah pembangunan Balikpapan harus senantiasa berpijak pada nilai-nilai religius, kearifan lokal, serta semangat kebersamaan.
“Konsep Madinatul Iman yang selama ini kita gaungkan bukan sekadar slogan, tetapi merupakan komitmen moral bersama agar Balikpapan tumbuh sebagai kota yang modern, namun tetap menjunjung tinggi nilai keimanan, toleransi, dan akhlakul karimah,” tuturnya.
Ia berharap, melalui keberkahan peringatan Isra Mi’raj dan doa-doa yang dipanjatkan bersama, Kota Balikpapan senantiasa diberi perlindungan, kemajuan, dan kesejahteraan, serta mampu mewujudkan cita-cita sebagai kota global dalam bingkai Madinatul Iman. (*)