
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus menggelorakan semangat literasi keuangan masyarakat melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan).
Kali ini, PT Pegadaian Area Balikpapan ikut aktif berkolaborasi dalam kegiatan tersebut dengan memberikan edukasi pengelolaan keuangan yang sehat serta aman kepada warga setempat.
Kegiatan ini diikuti oleh beragam kalangan masyarakat, termasuk kader PKK serta anggota majelis taklim. Acara berlangsung di aula Kantor Kecamatan Balikpapan Utara, Jumat (13/3/2026).
Deputi Bisnis Pegadaian Area Balikpapan, Pangalinan Matandung, yang turut hadir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa edukasi keuangan perlu terus digencarkan untuk membantu masyarakat memahami cara mengelola keuangan secara tepat.
“Dalam kegiatan ini kami juga mengenalkan berbagai pilihan pembiayaan Pegadaian, baik melalui layanan gadai maupun non-gadai yang dapat memudahkan masyarakat mendapatkan akses dana,” paparnya.
Pangalinan Matandung menambahkan, penting bagi masyarakat untuk mengenali dan memilih produk keuangan yang resmi serta diawasi oleh OJK, sehingga terhindar dari jebakan pinjaman online ilegal atau investasi bodong.
Selain penyampaian materi edukasi, Pegadaian juga menyediakan stan layanan cuci emas gratis untuk para peserta. Stan tersebut langsung menjadi pusat perhatian, khususnya di kalangan ibu-ibu yang memanfaatkan momen untuk membersihkan perhiasan emas mereka.
Dalam kesempatan itu, Camat Balikpapan Utara, Umar Hadi, menyambut positif pelaksanaan kegiatan literasi keuangan ini. Menurutnya, program semacam ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Ini menjadi kesempatan yang memang sudah lama ditunggu. Melalui kegiatan ini masyarakat mendapat tambahan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan, termasuk memahami risiko pinjaman online dan judi online,” kata dia.
Ketua PKK Kecamatan Balikpapan Utara, Niniek Yanti Parhedi, juga menilai acara tersebut sebagai momentum berharga untuk meningkatkan pemahaman warga dalam mengelola keuangan dengan bijak, termasuk mengatur pengeluaran sehari-hari dan memilih instrumen investasi yang aman. Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus berlanjut agar masyarakat semakin cerdas dalam mengatur keuangan keluarga. (*)