
IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Pusat Konservasi dan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Beruang Madu Balikpapan menerima kunjungan edukatif dari rombongan SDN 002 Balikpapan Barat pada Sabtu (25/4/2026).
Kunjungan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan rutin yang difokuskan KWPLH untuk mengenalkan pendidikan lingkungan hidup kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Supervisor Pendidikan Lingkungan Hidup KWPLH Balikpapan, Mulyana, menjelaskan bahwa KWPLH Balikpapan memang lebih mengutamakan aspek edukasi dibandingkan sekadar wisata rekreasi. Kerja sama telah dijalin dengan berbagai sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, dengan prioritas utama pada PAUD sampai SMA.
“Sebelum berkunjung, sekolah biasanya berkoordinasi terlebih dahulu dengan kami, mulai dari waktu kunjungan, jumlah siswa, hingga kelas yang akan datang. Semua disesuaikan agar kegiatan yang diberikan tepat sasaran,” ujar Mulyana.
Materi edukasi yang disampaikan meliputi pengenalan beruang madu sebagai maskot Kota Balikpapan, peran penting beruang madu bagi kelestarian hutan, serta statusnya sebagai satwa dilindungi yang wajib dijaga kelestariannya. Selain itu, anak-anak juga diajak mengenal hewan peliharaan yang harus disayangi dan tidak boleh ditelantarkan.
Mulyana memaparkan, bahwa KWPLH saat ini merawat sejumlah beruang madu yang dulunya dipelihara secara ilegal oleh masyarakat.
“Kemudian disita oleh pemerintah yaitu BKSDA dan dititipkan di sini sejak tahun 2002. Hingga tahun 2014 jumlahnya sempat delapan ekor. Namun ada dua yang mati karena sudah cukup tua ya,” terangnya.
Hewan-hewan tersebut ditempatkan di area seluas 1,3 hektare agar dapat belajar hidup seperti di habitat aslinya.
Selain beruang madu, lanjut Mulyana, fasilitas ini juga dihuni oleh monyet ekor panjang, berbagai jenis ular, dan burung yang ikut bergabung secara alami.

Untuk hewan peliharaan, KWPLH merawat sekitar 80 ekor kucing dan 21 ekor anjing yang merupakan hewan terlantar. Meski demikian, Mulyana menegaskan bahwa KWPLH tidak menerima titipan atau adopsi dari luar.
“Kita justru ingin mengurangi jumlah kucing dan anjing di sini. Jadi kita buka program adopsi itu, Mengajak siapa saja yang tertarik untuk mengadopsi kucing atau anjing sehat yang telah disteril, divaksin lengkap, dan terlatih,” paparnya.
Kegiatan edukasi bagi rombongan sekolah diawali dengan pengamatan langsung beruang madu, pengenalan delapan jenis beruang di dunia, hingga flora fauna endemik Borneo. Selain itu anak-anak juga diajak bermain dengan kucing di KWPLH, menonton film edukasi di Lamin Satu, serta diakhiri dengan kuis untuk kelas tinggi sebagai bentuk evaluasi.
Mulyana mengusulkan agar kunjungan edukasi sebaiknya tidak melibatkan orang tua, kecuali untuk kegiatan family gathering. Menurutnya, ketidakhadiran orang tua membuat kegiatan belajar menjadi lebih fokus dan maksimal.
Terkait data kunjungan, Mulyana juga mengungkapkan terdapat peningkatan jumlah wisatawan. Pada triwulan pertama tahun 2026 (Januari–Maret), tercatat 140 pengunjung mancanegara, 517 dari luar Balikpapan, dan 7.838 dari Balikpapan, dengan total 8.495 pengunjung.
Sementara sepanjang tahun 2025, total kunjungan mencapai 37.796 orang, terdiri dari 335 mancanegara, 1.972 luar kota Balikpapan, dan 35.489 dari Balikpapan.
Harapan ke depan, kerja sama dengan sekolah-sekolah dapat terus berjalan dan berkelanjutan. KWPLH saat ini telah masuk dalam kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup (PKLH) di Balikpapan, dan hampir semua sekolah telah berkunjung setidaknya satu kali.
“Balikpapan patut bangga. Kami berharap kerja sama ini tidak terputus, sekolah tidak hanya datang sekali, tapi bisa berkelanjutan tahun berikutnya,” pungkas Mulyana. (*)