Para siswa-siswi menyaksikan beruang madu, sambil mendengarkan penjelasan dari petugas KWPLH Balikpapan (iknbisnis.com/TJ)

IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Ratusan siswa kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 002 Balikpapan Barat mengunjungi Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Beruang Madu Balikpapan, Sabtu (25/4/2026).

Kunjungan ini merupakan kegiatan kokurikuler yang mengusung tema “Cinta Tanah Air” ini berfokus pada pengenalan beruang madu, maskot kota Balikpapan.

Ketua Koordinator Lapangan, Patmahwati, yang juga merupakan wali kelas 2B, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan rangkaian kedua setelah kegiatan sebelumnya yang bertema cinta lingkungan sekitar.

“Kegiatan pertama adalah berkeliling mengambil sampah. Kali ini kami mengenalkan hewan lokal, yaitu beruang madu sebagai ciri khas kota Balikpapan,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi.

Menurut Patma, sapaan akrab Patmahwati, kegiatan kokurikuler ini bersifat wajib bagi setiap sekolah, dan pihaknya harus melaksanakan dua kegiatan sesuai aturan yang berlaku.

“Anak-anak sangat antusias, terutama saat melewati jembatan dan melihat langsung beruang madu dari habitatnya. Mereka bisa mengamati perbedaan antara beruang jantan dan betina, serta jumlah beruang yang ada di KWPLH,” tambahnya.

Patma memaparkan bahwa sebanyak delapan kelas turut serta dalam kegiatan ini, terdiri dari kelas 1A hingga 1D dan kelas 2A hingga 2D. Total siswa yang berpartisipasi sekitar 237 orang, masing-masing didampingi oleh satu wali murid.

Untuk akomodasi, kata dia, sekolah menyiapkan delapan truk TNI ukuran besar dan dua unit bus. Satu truk besar dinilai cukup untuk menampung satu kelas.

Sebelum berkunjung, pihak sekolah telah melakukan kegiatan pengenalan di dalam kelas. Untuk siswa kelas 1 dan 2, bentuk pengenalannya sederhana, seperti mewarnai gambar beruang madu serta tanya jawab ringan yang diawali dengan penjelasan dari guru. Setelah kunjungan, rencananya akan ada refleksi di sekolah.

“Refleksi bisa berupa karangan, gambar, atau tanya jawab tentang apa yang mereka lihat,” kata Patma.

Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta lingkungan dan cinta tanah air pada diri siswa, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap hewan lokal.

“Karena, tidak semua murid memiliki kesempatan datang ke sini sendiri. Dengan kegiatan ini, semua bisa melihat langsung beruang madu,” ungkapnya. (*)