IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Untuk memastikan layanan kesehatan preventif menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Puskesmas Baru Ilir menerapkan metode keliling dalam pelaksanaan screening Penyakit Tidak Menular (PTM).

Tidak hanya menyasar wilayah RT dan kelurahan, screening juga dilakukan di sejumlah tempat kerja yang didominasi usia produktif.

Perawat Puskesmas Baru Ilir, Yohana Yanti, menyampaikan bahwa metode keliling dipilih karena partisipasi warga usia produktif cenderung rendah. Mayoritas dari mereka bekerja di luar rumah dan tidak bisa hadir jika screening dilakukan di kantor kelurahan.

“Untuk usia produktif memang agak sulit dijangkau. Mereka bekerja, mobilitasnya tinggi. Karena itu kami datangi tempat-tempat kerja,” jelasnya kepada IKNBISNIS.COM, Kamis (20/11/2025).

Sementara untuk kegiatan di lingkungan permukiman, puskesmas terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak kelurahan atau tokoh masyarakat.

Kemudian, warga diinformasikan mengenai jadwal screening melalui undangan dan pemberitahuan lewat RT. Warga usia 15 tahun hingga lansia dipersilakan datang tanpa batasan jumlah.

“Kami koordinasi dulu dengan perwakilan kelurahan atau RT. Setelah jadwal ditentukan, siapa pun yang datang langsung kami periksa,” ucap Yohana.

Pelaksanaan screening dilakukan secara bergilir di kawasan Baru Ilir, termasuk Kebun Sayur, dan daerah lain di dalam wilayah kerja puskesmas.

Hal tersebut dilakukan agar semua warga, terutama kelompok rentan, mendapatkan kesempatan yang sama untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Menurut Yohana, metode keliling ini terbukti lebih efektif menjangkau warga, terutama mereka yang jarang atau tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan.

Pihaknya juga membawa peralatan pemeriksaan sesuai kebutuhan, termasuk alat pengukur kolesterol, gula, tekanan darah, serta perangkat antropometri.

Dengan penerapan sistem jemput bola ini, Puskesmas berharap angka partisipasi pemeriksaan kesehatan akan terus meningkat.

“Screening ini menjadi langkah penting dalam deteksi dini PTM dan membantu warga mendapatkan penanganan lebih cepat,” tutupnya. (*)

Penulis: TJakra