IKNBISNIS.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Baru Ilir terus memperkuat upaya penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerjanya. Hingga November 2025, tercatat 29 kasus DBD ditemukan di wilayah Baru Ilir.

Data tersebut disampaikan Cica Rahmawati, Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Baru Ilir, saat diwawancarai pada Sabtu (29/11/2025).

“Di tahun ini tren kasus di Baru Ilir sudah 29 kasus sampai November,” ujar perempuan yang akrab disapa Cica itu.

Salah satu wilayah dengan temuan Jentik dan kasus DBD terbanyak berada di RT 41 dan 51, dengan 3-4 kasus.

Ia pun menjelaskan beberapa faktor yang memicu tingginya jentik nyamuk di wilayah tersebut.

“Karena airnya sering mati, jadi itu PDAM sumber air mereka rata-rata dari PDAM. Jadi kadang sering mati, terus banyak masyarakat yang menampung air hujan. Itu salah satu risiko penyebab jentik nyamuk,” ungkap Cica kepada IKNBISNIS.COM.

Selain faktor teknis, keterbatasan edukasi masyarakat juga menjadi tantangan dalam pencegahan. Untuk pengendalian jentik, Puskesmas mengoptimalkan peran kader jumantik di setiap RT.

“Efektivitasnya sudah bagus, karena di setiap bulan itu kami ada laporan jentik. Pemeriksaannya sudah baik dan ada dokumentasi yang dilaporkan setiap bulan,” sebutnya.

Apabila ditemukan perbaikan yang signifikan, lanjut Cica, maka Puskesmas akan melakukan intervensi langsung berupa Penyelidikan Epidemiologi (PE).

“Kalau kami mendapat laporan kasus DBD di RT, kami langsung menjadwalkan untuk turun lapangan untuk melihat kondisi lingkungan di sekitar 20 rumah pasien,” katanya.

Di beberapa wilayah, Cica menyebut bahwa fogging juga dilakukan setelah melalui prosedur pengajuan ke dinas terkait.

“Memang sempat melaksanakan fogging di RT 51 dan juga di sekitar RT 23, karena kasusnya lumayan tinggi. Kami menyarankan ke dinas dan langsung ACC,” jelasnya.

Cica mengungkapkan terkait respon masyarakat terhadap kegiatan pengendalian DBD cukup antusias. Meski demikian, banyak warga yang masih mengandalkan fogging sebagai satu-satunya solusi.

“Menurut mereka fogging wajib dilakukan, padahal harusnya 3M Plus dulu baru adakan fogging kalau kasusnya lebih dari lima,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk rutin menggunakan larvasida yang diedarkan setiap bulan.

“Imbauannya tetap memakai larvasida untuk membunuh jentik nyamuk yang disebarkan oleh Kader Jumantik Baru Ilir,” tukasnya.

Di sisi lain, Puskesmas Baru Ilir terus mendorong pelaksanaan kerja bakti rutin di tingkat RT untuk menciptakan lingkungan bebas sarang nyamuk. (*)

Penulis: Yandri Rinaldi